Teka-teki Keberadaan Pimpinan DPRD Jatim Usai Rumahnya Digeledah KPK

oleh : -
Teka-teki Keberadaan Pimpinan DPRD Jatim Usai Rumahnya Digeledah KPK
KPK segel ruangan pimpinan DPRD Jatim

Jatimupdate.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggeledah sejumlah tempat di Jawa Timur. Dugaan sementara, penggeledahan ini terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak akhir 2022 lalu.

Selain menggeledah kediaman istri Ketua DPRD Jatim Kusnadi di Lamongan. KPK juga menggeledah sejumlah lokasi berbeda, diantaranya kediaman Wakil Ketua DPRD Jatim Achmad Iskandar, dan mantan Penjabat (Pj) Sekdaprov Jatim Wahid Wahyudi.

Lalu rumah Wakil Ketua DPRD Jatim Anik Maslachah, rumah Kepala Bappeda Jatim hingga Ketua Komisi D DPRD Jatim Agung Mulyono. 

Saat dikonfirmasi, Wakil Ketua DPRD Jatim dari fraksi Demokrat Achmad Iskandar belum merespon. Baik melalui pesan singkat whatsapp maupun telepon seluler.

Begitupun Anik Maslachah dari fraksi PKB DPRD Jatim, hingga berita ini di naikkan juga belum memberikan komentar apapun.

Diketahui, Iskandar merupakan salah satu politisi senior di DPD Demokrat Jatim. Iskandar lahir di Pamekasan 10 Oktober 1949. Ia sukses menjadi DPRD Jatim dari dapil XI (Madura). 

Pada periode 2014-2019, Iskandar ditunjuk menjadi Wakil Ketua DPRD Jawa Timur dari Demokrat. Ia juga kembali terpilih sebagai Anggota DPRD Jawa Timur periode 2019-2024.

Berdasarkan hasil Pileg 2019, suara Achmad Iskandar masuk dalam jajaran caleg peraih suara terbanyak di DPRD Jawa Timur dengan memperoleh 251.959 suara dari daerah pemilihan Jatim 14 (Madura).

Sementara Anik Maslachah, ditunjuk menjadi Wakil Ketua DPRD Jatim menggantikan Abdul Halim Iskandar yang ditunjuk menjadi Menteri PDTT oleh Presiden Jokowi. Selaij menjabat Wakil DPRD Jatim, Anik juga menjabat sebagai Sekretaris DPW PKB Jatim.

Terpisah, Juru Bicara KPK Ali Fikri membenarkan pada (17-18) Januari telah melakukan menggeledahan di empat lokasi yang berbeda. Beberapa bukti juga turut diamankan dari penggeledahan itu.

"Bukti yang ditemukan dan diamankan antara lain berbagai dokumen dan alat elektronik yang masih terkait dengan penganggaran dana hibah," ucap Ali Fikri dalam siaran resminya.