BNPT Bareng Pemkab Pidie Wujudkan KTN Menuju Pidie Mulia

oleh : -
BNPT Bareng Pemkab Pidie Wujudkan KTN Menuju Pidie Mulia
Nota Kesepakatan antara BNPT RI dan Pemkab Pidie dalam membangun Kawasan Nusantara Terpadu

Sigli _ JatimUpdate.id _  Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) Kawasan Terpadu Nusantara (KTN) membangun kerjasama dengan Pemerintahan Kabupaten Pidie Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Penandatanganan Nota Kesepahaman sinergisitas pencegahan penyebaran paham radikal terorisme melalui program KTN, dilaksanakan di Jakarta, pada Jumat (20/1/2023).

Baca Juga : Penutupan PORA XIV, Sarana Diplomasi Dan Ukhuwah Sesama Masyarakat Dalam Meningkatkan Prestasi Aceh

Penandatanangan Notakepahaman antara BNPT RI dan Pemkab Pidie AcehPenandatanangan Notakepahaman antara BNPT RI dan Pemkab Pidie Aceh

Penandatanganan  disaksikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Boy Rafli Amar dan PYM Sultan Malik Samudera Pasai Aceh Teuku Haji Badruddin Syah Zhillullah Fil Alam, sebagai fasilitator Nota Kesepahaman tersebut.

Ikut hadir  dalam penandatanganan itu diantaranya, Sekretaris Daerah Kabupaten  Pidie H Idhami, Kepala Badan Keuangan Kabupaten  Pidie T.Hendra, Kepala Bappeda H Isnaini, Inspektur Pidie Mukhlis, Kabag Tapem Almanza, Plt Kabag.Umum Drs.Akmal,  dan Kasubbag Protokol Haris Aulia.

Seperti diketahui, BNPT sebagai institusi yang bertugas menanggulangi terorisme di Indonesia,  memiliki kewajiban untuk membina para narapidana teroris sehingga siap kembali ke tengah masyarakat.

Guna membantu mereka hidup normal dan mandiri secara ekonomi, BNPT membuat sebuah program Kawasan Terpadu Nusantara (KTN). KTN diperuntukkan bagi eksnarapidana teroris (eksnapiter) atau mitra deradikalisasi dan masyarakat daerah sekitar.

Sejak tahun 2020,  program KTN telah direncanakan dan mulai terlaksana di tahun 2021. Tiga pilar utama yang menopang berdirinya KTN, meliputi edukasi, ekonomi, dan pariwisata.

Adapun yang diimplementasikan, meliputi sektor perikanan, peternakan, perkebunan, dan pertanian. KTN yang sudah ada diantaranya, di lima provinsi yang menjadi sasaran utama, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Tengah.

Dalam menjalankan progrm ini,BNPT telah mendapat dukungan dari pemerintah daerah, kementerian/lembaga, BUMN, BUMD, dan pihak swasta. Sektor usaha yang menjadi garapan,  menyesuaikan karakter masing-masing daerah serta keselarasan antara pembangunan fisik dan nonfisik.

Kali ini BNPT RI menggandeng Pemerintahan Kabupaten Pidie untuk mencanangkan KTN.

"Dengan semangat Pentahelix, kami berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama, kolaborasi, kemitraan dan sinergi dengan lebih banyak pihak. Kawasan Terpadu Nusantara (KTN) sendiri merupakan salah satu bentuk upaya penanggulangan radikal terorisme melalui pendekatan lunak," jelas Kepala BNPT RI Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar MH.

Boy menambahkan, dengan adanya pembangunan KTN, ketahanan nasional dalam mereduksi paham radikal intoleran dari hulu hingga hilir diharapkan dapat berjalan.

”Ini semua adalah dalam rangka membangun ketahanan bangsa kita, ketahanan nasional kita," kata Boy.

Kepala BNPT juga mengatakan dengan semangat Pentahelix, akan mengingatkan kepada semua pihak. Bahwa negara Indonesia dilandaskan kepada 4 konsensus nasional. UUD 1945, Ideologi Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI yang merupakan warisan leluhur.

Sementara itu,  melalui Kabag  Prokopim T Iqbal SSTP MSi, Pj Bupati Kabupaten Pidie, Ir Wahyudi Adisiswanto  MSi menyambut baik kerja sama ini, sebagai bagian dari upaya membangun, menuju Pidie Mulia

"Dalam konteks kerja sama ini, saya sangat bersyukur sekali. Di Pidie merindukan hal-hal semacam ini," tutur Wahyudi Adisiswanto.

Bupati Pidie juga menghimbau, kepada seluruh wilayah Kecamatan di Kabupaten Pidie, untuk dapat berkontribusi aktif  menyukseskan rencana kerja sama itu, melalui berbagai program yang akan dilaksanakan. (MR)