Rencana Pembangunan MRT Wilayah Aglomerasi Surabaya Masuki Tahap FS

oleh : -
Rencana Pembangunan MRT Wilayah Aglomerasi Surabaya Masuki Tahap FS
Tim JICA , Chief Yasui Takehiko, Consul General Of Japan Takeyama Kenichi dan Deputi GM Railway Plaining Dept Nippon Koei Kusunoki Katsuya memaparkan hasil Survei MRT kepada gubernur khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (24/1).

Surabaya, JatimUPdate.id,- Japan Internasional Coorporation Agency  (JICA ) telah Menyelesaikan Survei Rencana Pembangunan MRT Wilayah Aglomerasi Surabaya . Gubernur Khofifah Matangkan Rencana Pembangunan MRT Sebagai Strategi Urai Kemacetan dan Mendorong Ekonomi Wilayah Aglomerasi Surabaya. Rencana Pembangunan MRT Wilayah Aglomerasi Surabaya Masuki Tahap FS .

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan tim Representative Japan Internasional Coorporation Agency (JICA) Yasui Takehiko di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (24/1).

Dalam kesempatan itu, tim JICA yang hadir, antara lain Chief Yasui Takehiko, Consul General Of Japan Takeyama Kenichi dan Deputi GM Railway Plaining Dept Nippon Koei Kusunoki Katsuya.

Gubernur Khofifah mengatakan, kedatangan JICA ke Jatim adalah untuk melaporkan hasil survei awal tentang pelaksanaan MRT di Kota Surabaya yang diperkirakan segera masuk pada tahap Feasibility Studies (FS). Dimana, JICA merupakan badan kerjasama internasional Jepang untuk mendukung rencana pembangunan MRT dimaksud.

Khofifah menyatakan, keberadaan Mass Rapid Transportation (MRT) merupakan sebuah kebutuhan untuk menghasilkan transportasi publik yang cepat, aman dan nyaman. Terutama untuk mengurai titik titik kemacetan di jam-jam padat di wilayah aglomerasi Surabaya yang akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lebih signifikan.

"MRT ini merupakan kebutuhan terutama untuk mengurai kepadatan dan kemacetan di daerah Aglomerasi Surabaya Raya antara Surabaya-Sidoarjo, Surabaya-Gresik hingga daerah lain di Jatim yang akhirnya bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi," ungkapnya.

Khofifah menyebut, proyek MRT merupakan proyek yang membutuhkan investasi hingga pendanaan yang tidak murah. Meskipun terdapat pembiayaan dengan skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU).

Oleh karenanya, seluruh perencanaan harus dilakukan dengan maksimal agar transportasi publik bisa terintegrasi dan memberikan kenyamanan bagi seluruh masyarakat Jatim.

Menurut Khofifah, mengurai kemacetan di Kota Surabaya membutuhkan integrasi dengan kawasan lain. Karenanya, MRT ini juga bisa dimulai dari pintu masuk Surabaya yang terhubung sejak di Bundaran Waru yang merupakan pertemuan dari titik antara Kab. Sidoarjo, Mojokerto dan Jombang.

Tak hanya itu, di jam jam tertentu kawasan sekitaran Wonokromo hingga Kawasan Diponegoro membutuhkan perhatian serius guna mengurai kemacetan di Kota Surabaya.

Ditempat yang sama, Chief Representative Japan Internasional Coorporation Agency (JICA) Yasui Takehiko mengatakan, maksud kunjungannya ke Jawa Timur adalah membahas tentang perencanaan MRT di Kota Surabaya khususnya untuk FS yang akan di dukung oleh JICA.

Ia mengatakan, bahwa saat ini terdapat aktifitas yang sedang berjalan pada area yang dinaungi oleh JICA. Seperti MRT Jakarta hingga Smart City yang tersebar di beberapa wilayah dan akan memulai FS MRT di Surabaya.

"Kami membutuhkan dukungan Feasibility Studies untuk bersama sama meneliti, mempelajari alternatif rute mana saja yang menjadi titik urai kemacetan di Surabaya. Semoga FS ini bisa dimulai pada awal tahun depan," tutupnya. (Yah)