Gubernur Khofifah Kunjungi Ponpes Al-Ishlah Bondowoso, Tegaskan Pentingnya Pendidikan Berbasis Karakter
Bondowoso, JatimUPdate.id, – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bondowoso, Selasa (6/5/2025).
Salah satu agendanya adalah menyambangi Pondok Pesantren Al-Ishlah di Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan.
Di hadapan awak media, Khofifah menyampaikan apresiasinya terhadap kiprah Ponpes Al-Ishlah dalam mencetak generasi muda yang tak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga berakhlak mulia.
“Pintar saja tidak cukup. Pesantren seperti Al-Ishlah membentuk karakter santri yang islami, berwawasan, dan cinta tanah air. Itu bekal penting bagi masa depan bangsa,” ujar Khofifah.
Menurutnya, pesantren merupakan tempat strategis untuk membangun karakter generasi penerus. Selain pendidikan formal dan nonformal, pesantren juga melahirkan banyak tokoh pejuang bangsa.
“Kami ingin pesantren di Jatim, termasuk Al-Ishlah Bondowoso, terus tumbuh menjadi pusat pendidikan karakter,” tambahnya.
Baca Juga: Khofifah Bantah Terima Ijon 30 Persen Dana Hibah Pokir DPRD Jatim
Kunjungan ke Al-Ishlah menjadi bagian dari rangkaian kerja Gubernur di Bondowoso. Usai dari pesantren, Khofifah dijadwalkan meninjau PG Prajekan dan menyerahkan bantuan pengentasan kemiskinan ekstrem secara simbolis di Pendopo Bupati.
Ini merupakan kunjungan perdana Khofifah ke Bondowoso pasca kembali menjabat Gubernur Jawa Timur periode kedua hasil Pilkada 2024.
Sementara itu, Pimpinan Ponpes Al-Ishlah, KH Thoha Yusuf Zakaria (Abi Thoha), menyambut hangat kunjungan tersebut.
Baca Juga: Pemeriksaan Gubernur Jatim oleh Jaksa KPK di PN Tipikor Surabaya Batal Digelar
Ia mengatakan, dalam pertemuannya dengan Khofifah, dibahas sejumlah isu strategis, seperti pendidikan, stunting, dan penguatan ekonomi.
“Santri kami juga tengah dalam proses pengajuan beasiswa ke Al-Azhar Mesir melalui Pemprov Jatim,” ungkap Abi Thoha.
Ia berharap sinergi antara Ponpes Al-Ishlah dan Pemprov Jatim bisa memperkuat pembangunan pendidikan dan karakter generasi bangsa. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat