2024 Pembangunan Monumen Reog Ponorogo Setinggi 126 Meter Ditargetkan Selesai

Reporter : -
2024 Pembangunan Monumen Reog Ponorogo Setinggi 126 Meter  Ditargetkan Selesai
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko meninjau persiapan pembangunan Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) Ponorogo yang terletak di Penambangan Batu Kapur di Kec. Sampung Kab. Ponorogo, Jumat (3/3).

Ponorogo, JatimUPdate.id,- 2024 Pembangunan Monumen Reog Ponorogo Setinggi 126 Meter  Ditargetkan Selesai, Monumental dengan Tinggi 126 Meter dan Bernilai Sejarah Tinggi. Terkoneksi Dengan Kawasan Wisata Sarangan dan Tawangmangu

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko meninjau persiapan  pembangunan Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) Ponorogo yang terletak di Penambangan Batu Kapur di Kec. Sampung Kab. Ponorogo, Jumat (3/3). 

Baca Juga: Sholat Tarawih di Masjid Jami Tegalsari Ponorogo

Monumen yang telah dimulai pembangunannya sejak akhir tahun 2022 tersebut ditargetkan akan rampung menjadi kawasan wisata terintegrasi di akhir  tahun 2024 mendatang. 

Dengan tinggi monumen mencapai 126 meter, MRMP ini diharapkan menjadi  destinasi wisata baru  dan bakal menjadi kebanggaan masyarakat Ponorogo. Terlebih monumen ini akan mengalahkan ketinggian patung GWK Bali yang tingginya 121 meter. 

Tak hanya monumen yang kini sedang dimatangkan persiapan pengerjaannya. Namun kawasan di sekitar MRMP juga dikembangkan. Akan berdiri hotel, restoran hingga wahana wisata yang resonansinya semoga  mendunia. 

Gubernur Khofifah memandang, potensi market di sektor pariwisata akan meningkat dengan berdirinya Monumen Reog ini. Hal ini dikarenakan monumen ini akan terkoneksi dengan banyak daerah wisata pendukung lainnya. Seperti wisata Sarangan dan Tawangwangu. 

Pemprov Jatim, lanjutnya akan mendukung keberadaan MRMP ini dengan menyiapkan bantuan keuangan senilai Rp 30 Milliar. Selebihnya, Pemkab Ponorogo harus segera mencari investor utamanya hotel bintang empat yang diyakini akan menambah serta mengungkit daya tarik wisata di Ponorogo yang bersebelahan dengan Sarangan  - Magetan dan Tawangmangu  - Jawa Tengah. 

Baca Juga: Pertanian Dan Pariwisata Fokus Pembangunan Ponorogo Di Tahun 2023

"Pak Bupati harus mengejar mencari investor agar pembangunan sesuai masterplan dapat dilaksanakan.  Monumen Reog ini letaknya dekat dengan Kawasan Wisata Sarangan, Magetan dan Tawangmangu, Jawa Tengah. Jarak tempuhnya dengan wisata Sarangan dan Tawangmangu sekitar 30 menit," jelasnya. 

"Selain ada Monumen akan juga berdiri juga museum peradaban, hotel dan kelengkapan pendukung lainnya sesuai masterplan sehingga diharapkan  menjadi kawasan destinasi wisata yang cukup potensial yang Insya Allah akan menjadi daya  ungkit sektor ekonomi," pungkas Gubernur Khofifah. 

Sementara itu, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko meyakini Monumen Reog Ponorogo ini dapat menjadi destinasi wisata berbasis budaya yang akan menumbuhkan ekonomi baru di Ponorogo. Diharapkan, seluruh proyek bisa terselesaikan akhir tahun 2024 mendatang. 

Sugiri meyakini jika Monumen Reog sudah jadi, dengan tinggi 126 meter bakal menjadi patung tertinggi di Indonesia. Lima meter lebih tinggi dari patung GWK yang saat ini bertengger di urutan ketiga patung tertinggi di dunia.

Baca Juga: Kampung Tangguh Bebas Narkoba di Desa Patik Kabupaten Ponorogo

Sebagai informasi, dalam desain MRMP akan dirancang dengan konsep bangunan yang mengadopsi prinsip-prinsip arsitektur vernakular khususnya Jawa yang diinterpretasikan ke dalam tata bangunan yang tidak masif, tersebar namun tertata, mempunyai atap dengan overstek lebar, ruang seni dengan bukaan untuk ventilasi silang, dan pencahayaan alami yang lebih maksimal.

Sedangkan untuk menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati, kawasan ini dilengkapi dengan bioswale yang berguna sebagai daerah resapan air hujan. Hal ini akan mengembalikan fungsi kawasan sebagai kawasan lindung dan kawasan konservasi air.

Untuk mewujudkan kawasan ini tentunya diperlukan waktu yang lama dan biaya yang banyak. Dengan demikian, pembangunan monumen ini dilakukan secara bertahap. Berdasarkan pertimbangan skala prioritas, terdapat empat tahapan pembangunan untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada. (Yah)

Editor : Redaksi