Catatan Mas AAS

Disertasi, kuliah S3 itu tidak mudah.

Reporter : -
Disertasi, kuliah S3 itu tidak mudah.
Selamat Dan Sukses Teruntuk DR. ANIS NUSRON, Lulus S3.

Hari ini, tepatnya tanggal 16 Mei 2023. Adalah hari yang sangat membahagiakan sahabat penulis yaitu Dr. Anis Nusron, SE, MM.


Karena diijinkan oleh Allah SWT, bisa melaksanakan Ujian Akhir Disertasi. Dan luluslah ia, syah menyandang gelar Doktornya!

Baca Juga: Hadiri Ujian Terbuka AHY, LaNyalla Berharap Disertasi Menteri ATR/BPN Wujudkan Indonesia Emas


Tidak saja diri pribadi seorang Anis Nusron yang bahagia, pada hari ini. Tentu orang-orang yang mengenalnya mengalami ketularan oleh rasa bahagia yang sama. Juga termasuk penulis.


Disertasi, kuliah S3 itu tidak mudah.


Tidak cukup modal pintar saja. Lebih dari itu modal kerendahan hati untuk ikhlas di proses lahir juga batin oleh kehidupan lewat bangku kuliah di level doktoral.


Banyak sekali aral, banyak sekali rintangan. Banyak hambatan yang acap kali membuat diri itu seakan merasa gontai harus bagaimana lagi agar bisa sampai ke tujuan. Lulus sekolah.


Menjadi mahasiswa S3 benar-benar belajar di medan juang kehidupan yang tidak ringan, ia adalah sebuah palagan pendidikan tertinggi.


Rasa lelah, rasa takut tidak bisa lulus tepat waktu, dan rasa gagal untuk menjalin komunikasi dengan tim promotor, semua dialami, semua dihadapi!


Hal yang semacam itu selalu menghantui seorang mahasiswa di level pendidikan doktoralnya!


Tidak cukup persoalan sekolah saja yang mendera, menghampiri nya. Ada soalan keluarga, ada soalan pekerjaan, ada soalan ekonomi. Semua seakan menghimpit dirinya untuk berhenti saja, kadang-kadang perasaan itu muncul!


Tidak disadari ada rasa sedih, ada rasa menyalahkan diri, semua merasa sendirian. Belajar sendirian, berjuang sendirian, harus menghadapi. Namun secuil kesadaran, dan sedikit harapan yang masih terselip di bilik dada, yang membuat mahasiswa itu meneruskan langkahnya, meski tidak mudah!


Di titik itulah, di malam-malam yang dingin, diri itu sering keluar rumah, menghadap langit yang tinggi. Tidak berani bertanya, tidak berani meminta, hanya batin itu bersuara lirih: Tuhan beri pundak hamba ini kuat untuk terus melanjutkan langkah kedua kaki ini melanjutkan perjalanan hingga sampai di tujuan. Lulus kuliah.


Tidak saja diri ini yang mengalami tentunnya. Tentu saja bila pertanyaan yang sama diajukan kepada kolega, sahabat, yang kini juga sedang menjadi murid, menjadi mahasiswa S3, kerap kali konten masalah hidup yang dialami, tidaklah jauh berbeda.


Kapan ini, tim promotorku menyetujui, kapan ini artikel publikasi terbit, tanpa semua itu. Lulus kuliah hanya tinggalah mimpi. Begitu rasa galau yang menyertai hampir setiap mahasiswa di program doktoral!


Senyampang rasa takut itu hadir, si mahasiswa itu selalu tak lupa melakukan self talk positif kepada dirinya sendiri!


Semua sudah dimulai harus berani menyelesaikan!


Namun, semuanya sudah kita mulai. Sejak awal kita yang menginginkan sekolah itu, kita daftar sekolah, kita ikuti kuliahnya, bahkan berusaha semaksimal mungkin menjadi murid menjadi mahasiswa yang bajik di dalam kelas. Tidak pernah bolos, di luar pun kita melakukan hal yang sama, kerjakan tugas yang diberikan dosen dengan baik.


Saatnya waktu mengerjakan disertasi, kita pun berusaha menjadi mahasiswa yang baik melakukan bimbingan di hadapan tim promotor.


Namun layaknya ada adagium bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna. Tentunya menjadi mahasiswa pun banyak kurangnya, menjadi mahasiswa pun banyak salahnya, menjadi mahasiswa pun banyak alpa nya.

Baca Juga: Berangkat Bekerja Mengajar: Sembari Menulis Melukis Alam Sore Ini


Sekali lagi karena kami semua sebagai mahasiswa yang tak pernah sempurna, meski kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tetap saja tidak akan pernah menyenangkan semua guru.


Hanya suara dari dalam batin itu yang secara lirih berbisik: teruslah berjalan meski merangkak hingga sampai tujuan.


Hanya dengan kepasrahan kepada Zat Yang Maha Sayang lah. Si mahasiswa program doktoral terus yakinkan dirinya untuk terus berjalan.


Meski dirinya sadar, pertanyaan membuncah di dalam kepala selalu saja hadir: apa bisa lulus tepat waktu, apa tim promotor bisa menyetujui, dan banyak lagi pertanyaan yang muncul terus tanpa bisa dihentikan dan tanpa bisa menjawabnya.


Dan menit berjalan. Dan jam berjalan. Dan hari berjalan. Dan Minggu pun berjalan. Dan bulan pun berjalan.


Aku terima kabar, dirimu pada hari ini tadi, telah melaksanakan Ujian Akhir Disertasi. Dan itu artinya, kuliah S3 mu itupun selesai, pelabuhan yang telah lama ingin dirimu tuju, kini kesampaian juga.


Dan ilmu yang telah engkau raih dengan tidak mudah itu. Menjadi modal yang sempurna untuk berkarya besar untuk orang banyak di masa depan!


Hilang sudah ketakutan, kesedihan, kegalauan, dan kegamangan, yang terjadi selama ini. Hadir dalam mimpi-mimpi malam dalam tidurmu dahulu, sehingga tak membuat nyenyak tidurmu. Namun, secara auto, rasa sakit, rasa takut, rasa galau, rasa gamang itu, hari ini sirna entah kemana. Digantikan rasa bahagia, rasa syukur yang tak terkira.


Tidurlah kawan. Hari ini dirimu layak berucap terima kasih kepada dirimu sendiri, telah mau dan mampu bisa berproses sejauh ini!

Baca Juga: Manusia Dilahirkan untuk Berkontribusi, Bukan Mengeluh


Orang tua, istri, dan tentunya orang-orang terdekat sangat bahagia melihat pencapaian yang sudah diraih oleh dirimu.


Dan, kini dari lubuk hati yang terdalam. Sekali lagi selamat dan sukses selalu teruntuk Dr. Anis Nusron, SE., MM.


Tinggal, teman-teman mu seperjuangan yang harus masih di kampus Pascasarjana FE UB Malang pada hari ini. Mereka akan mencontoh semangatmu untuk terus semangat meraih mimpi, lulus kuliah S3.


Karena dirimu kini sedang bahagia doakan lah, teman-teman mu yang belum lulus, agar bisa segera menyusul lulus.


Agar mereka semua, bisa merasakan hari yang indah. Setelah berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun menunggu saat yang sama seperti yang dialami olehmu. Mereka semua dalam hari-harinya berani untuk mengurangi apapun di dalam hidupnya: kurang tidur, kurang makan, kurang bergaul, bahkan kurang duit itu sering!


Tapi melihat fakta dirimu, bahwa dengan semangat dan perjuangan yang tak kenal lelah apalagi menyerah. Akhirnya dirimu pun bisa lulus.


Itu adalah kabar baik bagi kami: teman-temanmu semua seangkatan. Yaitu angkatan 2019.


Alhamdulilah


AAS, 16 Mei 2023
Kota Pahlawan Surabaya

Editor : Yuris. T. Hidayat