Kemendes PDTT Tunjuk Desa Sekapuk Gresik Dan 8 Desa Lainnya Untuk Sukseskan ASEAN Village Network

Reporter : -
Kemendes PDTT Tunjuk Desa Sekapuk Gresik Dan 8 Desa Lainnya Untuk Sukseskan ASEAN Village Network
Desa Sekapuk Gresik

Kesembilan Desa tersebut nantinya akan saling berbagi best practice dan pengalaman dalam membangun dan memberdayaan masyarakat

Jakarta, JatimUPdate.id,-Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) tunjuk Desa Sekapuk Jatim menjadi bagian dari ASEAN Village Network kategori desa wisata. Sebagaimana leader statement  KTT ASEAN ke 42 Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur tanggal 9-11 Mei 2023 lalu, mengusulkan pembentukan ASEAN Village Network sebagai upaya untuk menggalang jejaring desa dan mengarusutamakan pembangunan regional di skala desa.

Baca Juga: KTT ASEAN Sepakati Pembentukan Jejaring Desa (ASEAN Village Network)

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mengikuti Rapat Pleno pembentukan ASEAN Village Network bersama Sekretariat Nasional ASEAN bertempat di Ruang Rapat Lantai 2 Gedung Utama Kementerian Luar Negeri. pada Jumat, 26 Mei 2023. 

Pada rapat yang dihadiri oleh berbagai Kementerian dan Lembaga tersebut Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan, Sugito S.Sos, M.H , menyatakan kesiapannya dalam mendukung suksesnya pembentukan ASEAN Village Network .

“Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, dalam hal ini Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan siap untuk mensukseskan usulan tersebut, saat ini telah kami laksanakan sosialisasi dan koordinasi terkait dengan penunjukan Desa nominasi dan persiapan pembahasan TOR” Ujarnya.

Rapat koordinasi dan sosialisasi tersebut dihadiri oleh 9 perwakilan desa yang menjadi desa nominasi  dan terdiri dalam 3 (tiga) kategori yaitu Desa Wisata, Desa Digital dan Desa OVOP (One Village One Product) serta di ikuti oleh perwakilan DInas Pemberdayaan Masyarakat Desa baik ditingkat Kabupaten maupun Provinsi yang desanya menjadi nominasi.

Lebih lanjut lagi pada agenda Rapat Pleno Sekretariat Nasional ASEAN tersebut Sugito menambahkan “bebagai persiapan telah kami lakukan diantaranya ialah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Sekertariat ASEAN, rencananya agenda pembentukan ASEAN Village Network  ini akan kami lakukan pada bulan Juli secara back-to-back dengan agenda ASEAN Collaborative Forum on Localizing SDGs in Village Level dan ASEAN Rural Culture Expo in Framework of ASEAN Identity”.

Bukti kesiapan lain nya dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dalam mensukseskan pembentukan ASEAN Village Network ialah dengan menominasikan Desa-desa yang telah mendapatkan berbagai penghargaan di tingkat Nasional maupun provinsi dalam hal pariwisata, digital dan produk unggulan.

Kesembilan desa tersebut diantaranya Desa Mangunan Yogyakarta (wisata), Desa Kembang Kuning NTB (wisata), Desa Sekapuk Jatim (wisata), Desa Cibiru Wetan Jabar (Digital), Desa Duda Timur Bali (Digital), Desa Kubu Kalbar (Digital), Desa Muara Badak Ulu Kaltim (OVOP), Desa Namang Bangka Belitung (OVOP) dan Desa Blendung Jateng (OVOP.

Kesembilan Desa tersebut nantinya akan saling berbagi best practice dan pengalaman dalam membangun dan memberdayaan masyarakat di desa yang terkait dengan ketiga bidang tersebut. Terakhir Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan menambahkan “ini adalah inisiasi yang berasal dari Desa untuk menyeimbangkan pembangunan, jika kota-kota di ASEAN mempunyai jejaring yang bernama ASEAN Smart City Network (ASCN) maka Desa mempunyai ASEAN Village Network (AVN), jejaring yang akan bersama membangun ASEAN dari Desa”.(Yah)

Editor : Yuris P Hidayat