William PSI, Ingatkan Pengembang Soal Pendistrian

Reporter : -
William PSI, Ingatkan Pengembang Soal Pendistrian
William Wirakusuma

Jatimupdate.id - Pengembang di Kota Pahlawan, diwanti-wanti membangun pedestrian di kawasan pengembangannya.

Sebab, menurut anggota Fraksi PSI DPRD Surabaya, marak pengembang abai membangun pedestrian atau jalur pejalan kaki, merupakan prasarana yang harus dibangun.

"Dan itu juga harus diserahkan ke pemkot," tegas William, melalui keterangannya, yang diterima Jatimupdate.id, Minggu (18/6).

William mengungkapkan, pihaknya banyak menemukan perumahan besar atau elit, di Kota Pahlawan tidak memiliki pendistrian. Sehingga, ia khawatir pejalan kaki terserempet kendaraan, kendati jalannya lebar.

"Ini kan miris, pejalan kaki harus ke tepi (pinggir) jalan," sergahnya.

Ia memaparkan, dalam Perda no 7 Tahun 2010 tercantum jelas bahwa pengembang harus menyediakan prasarana jaringan jalan dan menurut Undang-Undang no 2  tahun 2022 tentang perubahan kedua UU no 38 tahun 2004 tentang jalan, jaringan jalan termasuk di dalamnya adalah jalur pejalan kaki yang berada di ruang manfaat jalan.

"Dalam pembahasan Pansus Raperda Penyerahan PSU pada kawasan perumahan, kawasan industri dan kawasan perdagangan, prasarana Jaringan Jalan adalah kewajiban pengembang untuk menyerahkan dalam kondisi terbangun." ujar William, Wakil Ketua Pansus Penyerahan PSU.

Dikatakan, Kota Surabaya kota yang berkembang, yang mana nantinya warga akan bergeser menggunakan transportasi massal. Sehingga pedestrian sangat diperlukan oleh warga.

"Masa untuk mau naik feeder Wira-Wiri penumpang harus jalan kali mepet di pinggir jalan tanpa pedestrian." ketusnya.

Selain itu, urai dia, generasi milenial dan Gen-Z sekarang sangat memperhatikan kesehatan, mereka kerap jogging atau lari menjadikan olahraga pilihan yang murah.

"Kalau tidak ada pedestrian maka mereka ini lari di pinggir jalan." demikian anggota Komisi C tersebut. (roy).

Baca Juga: Launching Kota Lama, Eri: Surabaya Punya Nilai Sejarah Tak Kalah Unik dengan Kota Lain

Editor : Ibrahim