Jawa Timur Deklarasikan Gerakan Bersih Narkoba, Mendes PDT Ajak Awasi Desa Dari Peredaran Narkoba
Surabaya, JatimUPdate.id - Badan Narkotika Nasional (BNN), dengan dukungan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, menggelar Deklarasi Jawa Timur Bersinar (Bersih Narkoba) pada Jumat (13/2).
Acara yang berlangsung di Gedung Balai Budaya, Kompleks Balai Pemuda, Surabaya, ini menjadi momentum penting dalam upaya menciptakan lingkungan masyarakat yang bebas dari narkoba di wilayah Jawa Timur.
Deklarasi ini sekaligus menyoroti komitmen lintas sektor dalam menghadapi tantangan penyalahgunaan narkoba, yang kini semakin merambah ke seluruh lapisan masyarakat, termasuk wilayah perdesaan.
Dalam sambutannya, Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, menyoroti pola peredaran narkoba yang kini tidak lagi terbatas di wilayah perkotaan.
Menurutnya, perdesaan telah menjadi target baru karena potensi ekonominya yang besar, seperti sektor pertanian dan pertambangan.
Namun, masyarakat desa sering kali tidak menyadari bahaya ini akibat minimnya informasi yang benar.
“Sekarang narkoba tidak hanya di perkotaan tetapi sudah masuk ke desa-desa karena peluang di desa cukup besar, ada pertanian, pertambangan, dan lain-lain,” ungkap Suyudi.
Ia menekankan bahwa deklarasi ini tidak boleh berhenti sebagai acara seremonial semata. Perlu langkah konkret untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di desa-desa yang berperan sebagai komunitas terdepan dalam melawan ancaman ini.
“Kita jangan euforia dengan deklarasi saja, karena yang paling penting adalah langkah konkret pencegahan kepada masyarakat desa,” tambahnya.
Menteri Desa PDT, Yandri Susanto, yang turut hadir dalam acara tersebut, menegaskan bahwa pembangunan desa merupakan benteng utama dalam menghadapi ancaman narkoba.
Mendes menyebut penguatan ekonomi desa, termasuk melalui program Desa Ekspor, dapat membantu masyarakat desa lebih mandiri secara finansial sehingga tidak mudah tergoda oleh bisnis narkoba.
“Dengan kemampuan finansial yang baik, masyarakat desa tidak akan mudah tergoda dengan bisnis narkoba,” jelas Yandri.
Yandri juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam menjaga lingkungan dari bahaya narkoba. Ia berharap gerakan ini tidak hanya sebatas deklarasi, tetapi benar-benar diwujudkan melalui pengawasan ketat di tingkat keluarga, RT, RW, hingga desa dan kecamatan.
“Bangun desa, bangun Indonesia. Desa adalah terdepan untuk Indonesia,” tegasnya.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya, Yandri menerima penghargaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dari Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang memimpin deklarasi anti narkoba ini, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mencegah dan menangani masalah narkoba. Ia mengingatkan bahwa menyongsong Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi yang sehat secara jasmani dan rohani.
“Mari jaga semangat menjaga desa yang bersih narkoba, karena kita harus sehat jasmani dan rohani,” ujarnya.
Sebagai bentuk penghargaan atas komitmen terhadap upaya menciptakan Indonesia Bersinar, Kepala BNN RI memberikan apresiasi kepada Gubernur Khofifah dan Menteri Desa PDT.
Dalam acara tersebut, juga diserahkan penghargaan kepada para pemenang lomba Desa/Kelurahan Bersinar pada Jatim Award 2025, yang diselenggarakan oleh BNN Provinsi Jawa Timur.
Deklarasi Jawa Timur Bersinar menjadi langkah strategis dalam memperkuat komitmen bersama untuk memberantas narkoba, baik di perkotaan maupun perdesaan.
Dukungan lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga masyarakat, diharapkan dapat mewujudkan lingkungan yang bebas dari narkoba.
Dengan sinergi yang kuat, pembangunan desa tidak hanya menjadi benteng utama melawan narkoba, tetapi juga menjadi fondasi untuk Indonesia yang lebih sehat, mandiri, dan berdaya saing di masa depan.
Gerakan ini menjadi bagian dari upaya besar menuju Indonesia Bebas Narkoba, sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045. (dek/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat