Akibat Kebijakan Wisata Gratis Selama Lebaran Tahun 2022

Pengunjung Wisata Bakal Bludag Ini Antisipasi Pemkab Jember

oleh : -
Pengunjung Wisata Bakal Bludag  Ini Antisipasi Pemkab Jember
Kawasan Wisata Pantai Watu Ulo dan Papuma Kabupaten Jember

Jember (Jatimupdate.id) - Pengunjung wisata di Kabupaten Jember diperkirakan bakal bludag, dampak dari kebijakan uji coba Wisata Gratis selama Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah, yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Jember. Untuk mengantisipasi segala bentuk kerawanan, maka pemkab Jember telah mempersiapkan berbagai layanan bagi para pengunjung. 

Sekdakab Jember Ir MirfanoSekdakab Jember Ir Mirfano

Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Jember Ir Mirfano, saat dikonfirmasi, Kamis (28/4/2022) melalui jaringan WhatsApp menjelaskan bahwa Pemkab Jember melalui agenda Wis Wayahe Wisata Gratis, akan membebaskan biaya tiket kepada para pengunjung, dibeberapa titik wisata, diantaranya Pantai Wisata Watu Ulo, Pemandian Patemon, Wisata Rembangan dan Wana Wisata Pantai Papuma.

Diperkirakan, dampak dari kebijakan wisata gratis itu, kata Mirfano tingkat kepadatan pengunjung akan meningkat lebih dari tahun sebelumnya. Untuk itu pemkab Jember telah mempersiapkan upaya untuk mengurai kepadatan pengunjung dengan menyediakan armada Shuttle Bus yang berada di posko pemantauan sebelum menuju lokasi Pantai Watu Ulo dan Pantai Papuma.

"Shuttle Bus itu, bertugas untuk mengantar pelancong (pengunjung), yang ingin berwisata ke Pantai Watu Ulo ataupun ke Pantai Papuma. Angkutan itu disediakan sebelum menuju lokasi Pantai," kata Mirfano.

Mirfano mengatakan, dengan menggunakan shuttle bus dinilai lebih nyaman dan menghindari kepadatan kendaraan saat menuju ke pantai.

"Kapasitas penumpang shuttle bus itu ada 25 orang. Berada di Posko yang ditentukan sebelum masuk Papuma, dan nantinya membantu pengunjung yang akan menuju lokasi pantai," katanya.

Kemudian untuk keamanan parkir kendaraan pelancong yang menuju pantai, lanjut Mirfano, juga akan disediakan area parkir di pos-pos pemantauan.

"Kan ada 7 posko yang masing-masing diisi 5 personel atau petugas. Dari Dishub Jember, Satpol PP, dan juga anggota polisi. Nantinya juga akan diupayakan area parkir bagi pengunjung," ujarnya.

"Tapi yang jelas, banyak pelancong yang akan hadir. Para aparat atau petugas keamanan, siap menyikapinya dengan bertugas penuh," sambungnya.

Untuk harga tiket parkir, Mirfano menambahkan, biayanya yang sesuai pada umumnya.

"Dinas Pariwisata sudah saya perintahkan berkoordinasi dengan Pokdarwis setempat, terkait pengelolaan parkir. Agar diatur dengan baik," ujarnya.

Selama 7 Hari 

Lebih lanjut  Sekda Jember Mirfano menyampaikan khusus untuk Wana Wisata Pantai Papuma, merupakan hasil koordinasi dengan Perum Perhutani, setelah sebelumnya Bupati Jember Hendy Siswanto berkirim surat kepada Perum Perhutani.

"Namun untuk pelaksanaan uji coba tiket masuk gratis itu hanya berlangsung seminggu. Kemudian, hanya dikhususkan bagi warga ber KTP Jember," jelasya.

Siaga Laka Laut 

Taka kalah pentingnya, memperkecil kemungkinan terjadinya kecelakaan laut, akibat berjubelnya pengunjung, maka Pemkab Jember juga mengerahkan BPBD Jember bekerjasama dengan  Basarnas, serta relawan lainnya untuk berjaga dan mengantisipasi terjadinya laka laut di dua lokasi wisata tersebut.

Menurut Kepala BPBD Jember Sigit Akbari, pihaknya akan mengerahkan kurang lebih 30 personel selama 24 jam penuh.

"Kita tahu, bahwa Papuma maupun Watu Ulo di setiap tahunnya, apalagi waktu momen hari raya seperti dawet (penuh sesak pelancong). Jumlah pengunjung pasti banyak, apalagi sekarang di gratiskan. Jadi tentunya akan menjadi magnet untuk masyarakat supaya datang ke sana," kata Sigit saat dikonfirmasi di Mako BPBD Jember, Jumat (29/4/2022).

"Oleh karena itu kami juga sudah koordinasi kemarin. BPBD mendapatkan tugas untuk pengamanan pantai," sambungnya.

Nantinya BPBD Jember akan mendirikan posko pantau dan memasang beberapa tenda.

"Kita pantau selama 24 jam. Khususnya mulai dari Idul Fitri, sampai lebaran ketupat. Kurang lebih 7 hari. Karena pasti berjubel (penuh pengunjung). Dengan anggota yang dikerahkan 30 orang," ucapnya.

Untuk unsur-unsur yang terlibat dalam penjagaan keamanan di pantai tersebut.

"Diantaranya dari TRC BPBD, Basarnas, Tagana, juga relawan setempat. Ada Relawan Rimba Laut, Relawan Brandal Alas, Relawan Aqua Racing, dan Relawan Watu Ulo," sebutnya.

Untuk teknis pengamanan yang dilakukan, lebih lanjut pria yang juga menjabat sebagai Plt. Asisten 1 Bagian Pemerintahan dan Kesra ini, dengan menghimbau masyarakat untuk tidak mandi atau bermain di air yang merupakan titik rawan.

"Kami kemarin sudah tinjau lapangan, melihat lokasi secara langsung. Dimana tenda-tenda (posko pantau) itu, akan kami tempatkan dan petugas itu akan selalu keliling membawa megaphone, untuk mengingatkan masyarakat," tegasnya. (Fit)