Dampak Pembangunan Apartemen, Puluhan Rumah Warga di Panjang Jiwo Retak

Reporter : -
Dampak Pembangunan Apartemen, Puluhan Rumah Warga di Panjang Jiwo Retak
Warga menunjukkan rumahnya yang retak kepada Anas Karno

Surabaya,JatimUPdate.id - Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Anas Karno menerima aduan warga RW 04/RT 01, RT 02 dan RT 03 kelurahan Kelurahan Panjang Jiwo Kecamatan Tenggilis Mejoyo, di balai RW setempat, pada Jumat (14/07).

Kepada Anas, warga mengaku resah, karena terdampak pembangunan apartemen dekat perkampungan mereka. Apalagi ada jam lembur, menimbulkan suara bising serta polusi.



Selain itu, dampak pembangunan apartemen menyebabkan rumah tinggal warga retak, total mencapai 44 rumah. Bahkan di antaranya mengalami penurunan bangunan, 2 cm hingga 3 cm.

"Ini pak tembok (rumah) saya yang retak. Sampai sekarang belum ada kompensasi," kata Awang

Untuk kompensasi, Awang mengatakan, warga diminta menyediakan tim ahli. Padahal itu, tidak disebutkan dalam perjanjian. Ia menambahkan, pelaksanaan pembangunan jam kerja, juga tidak sesuai dengan kesepakatan.

Awalnya, mulai pukul 8 pagi sampai 6 sore. Namun ada jam lembur hingga pukul 22.00 WIB bahkan pukul 24.00 WIB.

Baca Juga: Leasing Tarik Motor Secara Paksa, DPRD Surabaya Berang, Itu Perampasan



"Hal ini menambah gangguan kebisingan dan polusi," sesalnya.

Awang memaparkan, kompensasi kebisingan dan polusi, hanya diberikan di wilayah terdampak di ring 1 yang meliputi warga RT 01. Sedangkan warga di ring lainnya, RT 02 dan RT 03 belum dapat kompensasi. Padahal juga merasakan dampak yang sama.

"Jadi kita minta bantuan Pak Anas terkait persoalan warga ini," pungkasnya.

Sementara, Anas Karno mendesak pihak pembangunan memberikan kompensasinya bagi warga terdampak. Bila dalam waktu dekat, mereka tidak menghiraukan atau tidak sesuai perjanjian. Pihakan akan memanggil pihak terkait.

"Kasihan warga kampung. Mereka jadi dirugikan, akibat pelaku bisnis yang ingin mendapatkan keuntungan besar," tegas Anas Karno.

Legislator PDIP ini menjelaskan, sebanyak 150 rumah di RT 01, RT 02 dan RT 03 yang terdampak pembangunan itu. Walau, warga telah mendapatkan uang tali asih.

Namun, ia menegaskan, untuk dampak gangguan kebisingan, polusi dan rumah rusak (retak) ada kompensasi tersendiri melalui perjanjian.

Baca Juga: Mulur Mungret!

"Jangan cuma ingin mendapatkan keuntungan besar," demikian Anas Karno. (roy)

Editor : Ibrahim