Perjuangan Posyandu Cahaya Sehat Melayani 45 Balita dengan Sarana Terbatas

Editor : -
Perjuangan Posyandu Cahaya Sehat Melayani 45 Balita dengan Sarana Terbatas
Anas Karno saat meninjau pelayanan Posyandu Cahaya Sehat

Surabaya,JatimUpdate.id - Pelayanan kesehatan masyarakat bagi warga Surabaya, utamanya terhadap balita belum maksimal secara menyeluruh. Hal ini dipicu terbatasnya sarana penunjang.

Seperti di Posyandu Cahaya Sehat, Kelurahan Klampis Ngasem, Kecamatan Sukolilo. Posyandu itu, terpaksa melayani 45 balita di satu RT.

Menurut Wakil Ketua Posyandu Cahaya Sehat, Lilis Suryani, untuk memaksimalkan pelayanan terpaksa meminjam timbangan ke posyandu terdekat.

Sebab, alat ukur berat badan balita yang mereka miliki rusak. Ditambah pula meteran alat ukur tinggi badan balita hilang.

"Timbangan yang rusak sejak 3 bulan lalu sudah dikembalikan ke Puskesmas, namun sampai sekarang belum ada gantinya," katanya usai menerima bantuan sejumlah alat kelengkapan Posyandu, Kamis (10/8).

Kelengkapan alat Posyandu itu, diberikan langsung oleh Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Anas Karno. Salah satunya berupa timbangan digital.

Lilis memaparkan, dengan kelengkapan alat yang rusak, layanan Posyandu Cahaya Sehat tidak bisa melayani secara optimal. Hingga pelayanan yang biasanya dimulaiĀ  pukul 07.30 WIB, diundur jam 08.30 WIB.

"Terpaksa kita pinjam ke kader sendiri atau ke Posyandu lain. Jadi kan terlambat karena ambil alat-alat itu kita pinjam jadi pelayanan molor," terangnya.

Lilis menambahkan rusaknya timbangan sudah dilaporkan ke pihak Puskesmas. Namun belum ada tindak lanjutnya.

Ia memastikan setelah mendapat bantuan tersebut, layanan Posyandu Cahaya Sehat kembali normal.

"Jadi kami sebagai petugas kader harus mengupayakan. Ya satu-satu jalan adalah meminta kepada Pak Anas dan Alhamdulillah ini sudah direalisasikan," imbuhnya. (roy)