Ratusan Santri Nurul Jadid Difasilitasi Pemkab Jember Kembali Ke Pondok

oleh : -
Ratusan Santri Nurul Jadid Difasilitasi Pemkab Jember Kembali Ke Pondok
Bupati Jember Ir H Hendy Siswanto ST IPU didampingi Wakil Bupati Jember KH MB Firjaun Barlaman saat melepas santri Nurul Jadid yang akan kembali ke pondok

Jember (jatimupdate.id) - Ratusan santri Nurul Jadid yang berasal dari Kabupaten Jember, pasca lebaran harus kembali menimba ilmu di Ponpes Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Kembalinya para santri itu difasilitasi gratis  Pemkab Jember. Pelepasan santri itu bertempat di Pelataran Gedung Serbaguna Kaliwates, Kamis (12/05/2022) pagi.

Saat melepas santri itu, Bupati Jember Ir. H. Hendy Siswanto ST IPU, di dampingi Wakil Bupati Jember KH MB Firjaun Barlaman (Gus Firjaun),  Kabag Kesra Pemerintah Kabupaten Jember Drs H Achmad Mushoddaq, Kepala Dinas Perhubungan, Kabupaten Jember Agus Wijaya dan  Ketua DPRD Kabupaten Jember M Itqon Syauqi.

Ratusan Santri Nurul Jadid asal Jember yang akan kembali ke PondokRatusan Santri Nurul Jadid asal Jember yang akan kembali ke Pondok

Menurut Bupati Hendy, saat melepas santri, dalam rangka mewujudkan kepedulian kepada santri, Pemerintah Kabupaten Jember, memberangkatkan ratusan santri kembali ke-pondok, secara gratis.

Pada sambutannya Bpati Hendy, berpesan kepada orang tua wali santri, yang ikut hadir dalam acara tersebut, supanya mengikhlaskan anak-anak nya kembali kepondok.

"Saya berpesan kepada bapak ibu duluan, orang tua itu, ada sentuhan hati kepada anak - anaknya pasti, mau cara apapun orang tua ada hubungan hati," jelas Hendy.

Karena, dengan keikhlasan hati, kata Hendy, untuk mengantar anak - anak mencari ilmu, maka anak-anak akan mendapatkan ilmu yang barokah.

"Yang jelas kami berharap, dengan hadirnya pemkab jember, tentunya pemkab jember wajib hadir disetiap kegiatan untuk mencari ilmu," jelas Hendy.

Kehadiran Pemkab Jember, kata Hendy, untuk turut mendampingi anak Jember yang akan menuntut ilmu ke luar daerah, agar orang tua dan anak-anak merasa tidak sendiri.

Ditempat yang sama, Kabag Kesra Pemkab Jember Drs H Mushoddaq, pada sambutannya melaporkan, Program pengembalian santri kembali ke-pondok pesantren.

"Kami laporkan pada hari ini, ada program pengembalian santri ke-pondok pesantren Nurul Jadid Probolinggo," paparnya.

Menurut Mushoddaq jumlah santri yang terdaftar dalam program pengembalian santri kembali ke-pondok pesantren secara gratis ada ratusan santri.

"Hari ini yang terdaftar di kami, ada 300 (Tiga Ratus) santriwati,Cuma Kata Mushoddaq, yang hadir hanya 250 (Dua Ratus Lima Puluh) santriwati, karena sisanya masih ada kendala tehnis," paparnya

Sedangkan, armada yang disiapkan, jelas Mushoddaq, ada 6 armada bus. 5 bus akan berangkat saat ini, satu bus menunggu santriwati yang lain yang ada kendala tehnis tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jember Agus Wijaya, saat dikonfirmasi Jempolindo, menegaskan sangat mengapresiasi program pemberangkatan santri secara gratis oleh pemerintah Kabupaten Jember, yang menggunakan alat transportasi bus.

"Program ini sangat membantu untuk kelancaran lalulintas, supaya tidak pulang sendiri - sendiri, sehingga arus balik, khususnya penumpang dari santri ini bisa kita kondisikan menjadi satu yang di kordinir oleh pemerintah kabupaten jember," terangnya.

Program pelepasan santri kembali ke-pondok secara gratis oleh pemerintah Kabupaten Jember, mendapat apresiasi wali santri.

Berikut pernyataan wali santriwati, Fauzan asal kecamatan Patrang, merasa sangat senang dan terbantu atas program tersebut. Keterangan: Wali Santri, Fauzan[/caption]"Kami sangat senang sekali, sudah dibantu, dengan adanya program ini, kita wali santri lebih enak, sudah di fasilitasi oleh pemkab, di sini parkirnya juga enak," ungkap Fauzan.

Senada dengan fauzan, Anik Hidayati wali santri asal Semboro, sangat terbantu sekali dengan adanya program tersebut.

"Alhamdulillah sangat baik, sangat membantu, tidak usah mengantar ke-pondok,biayanya lebih banyak, alhamdulillah dengan adanya rombongan ini sangat meringankan kami, apalagi katanya geratis," ucap Nanik.

Tidak hanya itu, Anik juga berharap program pengembalian yang di inisiasi oleh pemerintah Kabupaten Jember, bisa di agendakan setiap santri pulang dan kembali lagi ke pondok.

"Harapan kedepan, semoga program ini berlanjut,di tahun-tahun berikutnya, dan kalau biasa ada biasiswa untuk santri yang berprestasi maupun yang tidak mampu," pungkas nya. ( Agung)