Kiai Zuhri Zaini Sebut Memahami Konsekuensi Akhirat Adalah Kunci Ketenangan Hidup

Reporter : -
Kiai Zuhri Zaini Sebut Memahami Konsekuensi Akhirat Adalah Kunci Ketenangan Hidup
Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH Moh Zuhri Zaini,

 

Paiton, Probolinggo, JatimUPdate.id – Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH Moh Zuhri Zaini, menekankan bahwa pemahaman seorang Muslim terhadap agama tidak boleh berhenti pada aspek hukum syariat semata.

Baca Juga: Menuju Puasa Melampaui Ritualisme, Menuju Transformasi Spiritual

Beliau menyatakan pentingnya mempelajari janji (wa’ad) dan ancaman (wa’id) Allah SWT sebagai landasan utama dalam beramal.

Menurut Kiai Zuhri, mengetahui aturan mengenai perkara wajib dan sunnah memang penting, namun pemahaman tentang realitas surga dan neraka adalah motor penggerak yang sesungguhnya.

Tanpa memahami janji dan ancaman Allah, seseorang akan kekurangan dorongan batin untuk konsisten melaksanakan perintah-Nya.

Baca Juga: Kiai Zuhri Zaini Bedah Karakter Ulama Akhirat di Pengajian Ramadan Nurul Jadid

"Belajar tentang hal ini (janji dan ancaman Allah) akan menjadi dorongan untuk melaksanakan perintah. Kalau kita berbuat baik maka mendapatkan sesuatu yang baik, begitu pula sebaliknya," tutur beliau pada pengajian kitab Nashoihud Diniyah. Rabu (18/02/26).

Dalam penjelasannya, Kiai Zuhri juga menyentuh sisi psikologis dan dampak sosial dari perbuatan maksiat. Beliau mencontohkan bahwa pelanggaran berat seperti zina seringkali terjadi karena pelakunya tidak memahami akibat jangka panjang yang ditimbulkan.

"Terkadang orang melakukan perbuatan zina karena tidak tahu akibatnya, padahal itu membawa kepada kesengsaraan," jelasnya. Beliau menambahkan bahwa pemahaman yang benar akan konsekuensi perbuatan akan membentengi seseorang dari jalan yang salah.

Baca Juga: Pengurus LDNU Wilayah Pakubeton Resmi Dikukuhkan di PP Nurul Jadid

Lebih lanjut, beliau memaparkan bahwa kebahagiaan sejati bersifat internal. Seseorang yang memiliki sifat sabar dan syukur akan senantiasa mengalami ketenangan dalam hidupnya, terlepas dari ujian yang dihadapi.

Sementara itu, terkait strategi dakwah bagi mereka yang belum beriman, Kiai Zuhri menekankan pendekatan yang fundamental. Langkah awal yang utama adalah mengajak mereka untuk mengenal dan mendirikan shalat sebagai sarana menjalin hubungan dengan Allah SWT. (pm/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat