Siapa Anggota DPRD Jatim Yang Mengusulkan ? Tunggu Investigasi berikutnya

Polda Jatim Tangani Bansos Bermasalah di Desa Gambirono

oleh : -
Polda Jatim Tangani Bansos Bermasalah di Desa Gambirono
Kantor Desa Gambirono Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember

Jember (Jatimupdate.id) - Polda Jatim kabarnya sudah memanggil dua Pokmas Desa Gambirono, yang diduga sebagai lembaga pengusul Bantuan Sosial (Bansos) berupa pengaspalan jalan (lapen). Namun, pengerjaannya tidak dilaksanakan di desa Gambirono, melainkan dialihkan ke lain desa.

Pemanggilan Polda Jatim itu diketahui dari keterangan Kepala Desa Gambirono Budiono, Jumat (13/5/2021). yang membenarkan bahwa memang ada  pemanggilan dari Polda Jatim terhadap dua pokmas desa Gambirono tersebut pada tanggal 22/4/2022 seperti tertuang dalam surat pemanggilan kepolisian dengan nomor surat B/3187/IV/RES.3.1/2022 Ditreskrimsus. 

"Kami tidak tau menahu soal program pengajuan dari pokmas tersebut, karna itu bukan di era saya," jelasnya.

Budiono mengaku tidak ada data di desa terkait pengajuan bansos 2019, yang ada hanya data pengajuan tahu 2021.

"Jika saya dipanggil Polda, maka akan saya ceritakan apa adanya," ujar Budiono.

Sepengetahuan Budioni, sesuai aturan pengalihan program bansos tidak boleh di alihkan di luar desa pemohon.

"Jika terjadi pengalihan itu kan pelanggaran, tetapi kami belum bagaimana sebenarnya," ujarnya.

Sedangkan menurut keterangan ketua pokmas Makmur Tani desa Gambirono Bakti Suharmanto, mengakui bahwa dirinya mendapatkan program bansos tersebut di fasilitasi oleh salah satu oknum perangkat desa Gambirono.

"Nilai dari pengajuan proposal sebesar Rp.125 juta, dengan jenis pekerjaan pengaspalan jalan/ lapen," tegasnya.

Pengakuan ketua Pokmas setelah pencairan Rp.125 juta, dirinya cuma di kasih uang Rp 2 juta, oleh orang yg bernama Budi .dan uang itu di bagi dua sama bendahara pokmas.

"Sedangkan sisa uang yang lain di pegang salah salah satu kades yang ada di kecamatan Umbulsari," ujarnya

Terkait dengan pengalihan program bansos perbaikan jalan tersebut, Bakti mengaku tidak mengetahui.

"Saya tidak tau, jika terjadi pengalihan progam ke desa lain," pungkasnya. (Gito/Agung)