Catatan Mas AAS

Tidurku Nyenyak Semalam, Anda?

Reporter : -
Tidurku Nyenyak Semalam, Anda?
Mas AAS

Judul tulisan di atas, dibuat penulis adalah inspiring dari sebuah artikel yang diunggah oleh seorang senior di sebuah grup WhatsApp, namanya Mas Bawon.

Selama ini beliau sering menggunggah ulang artikel-artikel yang cukup informatif tentang berbagai perihal informasi yang bernafaskan Islam di grup. Namun pagi ini artikel yang diunggahnya cukup membuat tertarik penulis membacanya dengan serius, setidaknya dibaca hingga selesai! Sebuah topik perihal: "Tidur sambil membawa emosi negatif, adalah sumber penyakit!".

Baca Juga: Kadin Surabaya Sebut Wisata Kota Lama Jadi Penggerak Ekonomi Warga Kota Pahlawan 

Kisahnya dalam tulisan begitu panjang, penulis hanya mengambil poin utama nya saja. Yaitu perihal pokok utama isi tulisan. Di kisahkan seorang wanita yang di diagnosa terkena sakit cancer, koma cukup lama sekira 30 jam, di sebuah rumah sakit di Singapura namanya Anita Morjan. Dalam tidurnya yang cukup lama, singkat kata si wanita ini mendapat semacam pencerahan bahwa sangat penting untuk tidak membawa emosi yang negatif saat mau berangkat tidur istirahat malamnya.

Dan kesadaran itulah yang membawa Anita Morjan sembuh dari sakit cancer nya, dan ia bagikan kisahnya dalam buku yang berjudul: Dying to be me.

Sepenggal kisah di atas cukup membuat penulis untuk kembali ke masa silam, ke masa masih menjadi anak balita, di mana aktivitas tidur malam adalah sebuah kegiatan yang begitu sangat menyenangkan karena ada ritusnya: orang tua dalam hal ini bapak selalu ngisik-isik punggung penulis, sambil membawakan sebuah cerita wayang beserta tokoh-tokoh nya, sampai kemudian penulis tertidur pulas, dan bapak pun melanjutkan pekerjaannya.

Dan saat bangun pagi, badan terasa segar. Dan hari yang baru itu pun siap dijalani dengan semangat: saat dahulu pernah hidup di Jakarta Selatan, di Kalibata SDN 08 Pagi. Benar-benar memori yang layak untuk dikenang, dan dari kisah di artikel yang di unggah mas Bawon di atas, penulis semacam mendapat konfirmasi akan sebuah fakta: mencintai diri sepenuh hati, adalah sebuah perilaku yang sedemikian penting juga genting untuk dilakukan di masa sekarang, saat umur juga sudah terus merayap menuju senja.

Di masa sekarang mungkin tidak saja tidur yang semakin larut saja, namun juga banyak yang dipikirkan: Capres ku bakalan menang tidak, kenapa temanku pilihan capres nya berbeda, apakah aku bisa jadi caleg tidak, dan kalau gagal bagaimana nantinya, cara kembalikan modalnya, glodak.

Baca Juga: Launching Kota Lama, Eri: Surabaya Punya Nilai Sejarah Tak Kalah Unik dengan Kota Lain

Semoga itu tidak menjadikan si caleg terganggu tidur lelapnya ya!

Dan pertanyaan besarnya:"Apakah para capres yang bakalan bertanding di pilpres tahun depan, apakah bisa tidur nyenyak pada malam-malam nya yang panjang, saat kepikiran begitu sangat dalam tidurnya "Kapan saya jadi Presiden RI ya?" Kalau gagal lagi, habis sudah kesempatan diri ini menjadi orang nomor satu di negeri ini!"

Menjadi pemimpin kok coba-coba, upps, rebutan maksudnya!

Baca Juga: Inspirasi dari Kebaikan Kecil

Bikin tidur semalam tidak nyenyak saja, karena kepikiran emosi negatif yang demikian banyaknya: modal, konstituen, korlap pemenangan, bahkan dalmas, dan lain sebagainya.

Duh Gusti, Kulo pun pasrah mawon Dateng panjenengan, aaminn yra.


AAS, 7 September 2023
Emper Rumah Rungkut Surabaya

Editor : Yuris P Hidayat