Walubi Jatim Gelar Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan

Peringatan Waisak 2022, Nonton Pelepasan Lampion di Candi Borobudur

oleh : -
Peringatan Waisak 2022, Nonton Pelepasan Lampion di Candi Borobudur
Puja bakti serta meditasi Waisak ke-2556

BOROBUDURJatimupdate.id ) -Hari ini Senin (16/5) diperingati sebagai Hari Raya Waisak. Waisak merupakan hari besar yang dirayakan oleh umat Buddha di seluruh dunia. Hari Raya Waisak ditetapkan sebagai hari libur nasional berdasarkan Keputusan Presiden Indonesia Nomor 3 tahun 1983 tanggal 19 Januari 1983.

Puncak perayaan Hari Raya Waisak kembali digelar di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (Jateng), setelah dua tahun pandemi Covid-19. Puncak acara akan ditandai dengan acara pelepasan lampion di Pelataran Candi Borobudur, Senin (16/05/2022) pukul 17.00 WIB.

Sebelum acara puncak digelar, akan dilakukan prosesi pengambilan Api Abadi Mrapen dan Air Suci Umbul Jumprit yang nantinya disemayakam di Candi Mendut pada 14 Mei 2022.

Ketua 2 DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Tanto Harsono, mengatakan perayaan Waisak kembali dipusatkan ke Candi Borobudur setelah dua tahun pandemi Covid-19. Rangkaian perayaan Hari Raya Waisak 2566 BE bahkan telah dilaksanakan sejak 7 Mei 2022.

“Puncaknya pada 16 Mei di Lapangan Lumbini. Nanti -umat yang terlibat- sekitar 1.200-an orang karena masih terbatas,” ujar Tanto saat menggelar audensi dengan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, di Kantor Pemprov Jateng, Kota Semarang, Rabu (11/5/2022).

Sementara itu, Gubernur Ganjar menyebut secara keseluruhan rangkaian Hari Raya Waisak telah disiapkan dengan baik. Ganjar hanya mengingatkan kepada panitia untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Gub Jateng saat menerima Pengurus WalubiGub Jateng saat menerima Pengurus Walubi

“Tadi saya minta untuk menyiapkan prokesnya, termasuk flow mereka yang hadir ya. Kayaknya enggak akan sebanyak sebelum pandemi dan tadi saya tanya panitia sudah siap semuanya. Mudah-mudahan lancar,” tandas Ganjar.

Dalam kesempatan itu, Sekjen DPP Walubi Bhante Khanit Sannano Mahathera mengapresiasi Gubernur Ganjar Pranowo, yang punya semangat tinggi mengenalkan Candi Borobudur sebagai warisan budaya pada dunia.

Hal itu disampaikannya saat bertemu Ganjar dalam rangka menyampaikan rangkaian Hari Raya Waisak 2566 BE, di ruang kerja gubernur, Rabu (11/5/2022). Bhante Khanit mengatakan, Ganjar menyadari nilai Candi Borobudur sebagai mutiaranya Indonesia.

“Saya sering melihat berita dari bapak dukung Candi Borobudur itu luar biasa, karena Candi Borobudur itu adalah salah satu dari mutiara Indonesia,” kata Bhante.

Bhante Khanit mengapresiasi Ganjar yang melihat Candi Borobudur tak sekadar tempat peribadatan, tapi juga pusat budaya dengan daya tarik wisata yang perlu diketahui masyarakat dunia.

“Dan ada 300 juta buddhist di dunia, kalau satu persennya saja bisa datang dan melihat Borobudur, itu saya lihat berita bapak sangat bagus sekali,” ujar Bhante.

Sementara itu Sejumlah umat Buddha di Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah melakukan kirab gunungan hasil bumi.


Minggu (15/5), kirab dimulai pukul 17.20 WIB dari Vihara Ratanavana Arama, di Desa Sendangcoyo, Kecamatan Lasem dan keliling kampung sejauh satu kilometer, lalu kembali lagi ke lokasi kompleks vihara.

Tampak beberapa umat tampak membawa sejumlah gunungan hasil bumi dan juga patung Buddha dan kitab suci Tripitaka. Para wanita tampak mengenakan kebaya, sementara para pria mengenakan pakaian putih dengan celana hitam.

Peringatan Waisak 2566BE tahun 2022 bertema ‘Jalan Kebijaksanaan Menuju Kebahagiaan Sejati’, dimana seluruh Dewan Pimpinan Daerah Walubi serentak melakukan penghormatan dan doa bersama di monumen Taman Makam Pahlawan masing-masing Provinsi di seluruh Indonesia.

Demikian pula dengan DPD Walubi Jatim juga melaksanakan di Taman Makam Pahlawan Sepuluh Nopember Surabaya, bersama Pembimas Buddha Kanwil Jatim Kementerian Agama RI, Satimin, pada 8 Mei 2022.

Kegiatan diawali dengan tabur bunga, mengheningkan cipta, dan pembagian sembako kepada petugas TMP.

Walubi Sumut tabur bunga di TMPWalubi Sumut tabur bunga di TMP

Trisuci Waisak merupakan peristiwa penting yang melatarbelakangi perayaan Hari Waisak.
Mengutip situs Kemenag, trisuci Waisak merupakan hari suci yang dirayakan seluruh umat Buddha di dunia untuk memperingati 3 peristiwa penting, yaitu:

 

  • Lahirnya pangeran Siddharta (calon Buddha) di Taman Lumbini pada tahun 623 SM (sebelum masehi)

  • Pangeran Siddharta mencapai penerangan agung dan menjadi Buddha di Buddha-Gaya (Bodh Gaya) pada usia 35 tahun di tahun 588 SM.
  • Buddha Gautama parinibbana (wafat) di Kusinara pada usia 80 tahun di tahun 543 SM.