Ini 7 Kecamatan di Lamongan Yang Krisis Air Bersih

Reporter : -
Ini 7 Kecamatan di Lamongan Yang Krisis Air Bersih
Distribusi air bersih untuk warga yang mengalami krisis air bersih.

LAMONGAN, JatimUPdate.id,- Dampak kemarau dirasakan banyak masyarakat. Tak terkecuali juga warga Lamongan.

Bahkan krisis air bersih kini meluas hingga  7 kecamatan. Diantaranya, Kecamatan Mantup,  Tikung, Kembangbahu, Sugio, Modo, Sarirejo, dan Deket.

Baca Juga: Sujud Syukur Kepala desa Siser Laren Lamongan Terima SK Perpanjangan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  fokus di 16 desa di 7 kecamatan terdampak musim kemarau tersebut.

Droping air bersih terus dilakukan BPBD untuk memenuhi kebutuhan air bersih di kecamatan terdampak.

"Tiap hari bergiliran kita droping air bersih wilayah  yang mengalami krisis air bersih," kata  Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, Joko Raharto, Senin (25/9/2023). 

Menurut Joko sudan cukup banyak bantuan air yang didistribusikan ke warga terdampak. Dalam catatannya, sebanyak 76 tangki yang sudah terkirim ke warga. " Kalau dijumlah yang sekitar 352.500 liter air," katanya.

BPBD masih terus memantau wilayah yang sudah terdampak, dan yang terancam. Dari pengalaman selama ini, di Lamongan banyak wilayah kecamatan yang biasanya terdampak setiap musim kemarau.

Baca Juga: Yuhronur Resmikan Fasilitas NICU di RSUD Ngimbang, Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan

"Sampai menjelang akhir bulan September terpantau ada 7 kecamatan mengalami kekeringan," kata Joko.

Karena setiap musim kemarau, selalu ada wilayah di Lamongan  yang dilanda kekeringan dan berdampak mengalami krisis air bersih.

Dari 76 tangki air bersih yang didistribusikan ke daerah terdampak itu termasuk bantuan CSR dari sejumlah perusahaan dan termasuk bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Polres dan Bank Daerah Lamongan.

Ada juga bantuan puluhan jerigen, dan tandon air masing-masing volume 1.200 liter yang ditempatkan di beberapa titik untuk memudahkan warga yang sewaktu-waktu butuh air.

Baca Juga: Rapat Paripurna DPRD Lamongan: Pandangan Umum Tujuh Fraksi atas Raperda Pertanggungjawaban APBD 2023

Untuk langkah antisipasi, BPBD intens berkoordinasi dengan camat setempat untuk melakukan pemetaan dan pendataan, agar tidak ada daerah yang tak tersentuh dropping air bersih. 

Para kepala desa harus tanggap mengajukan permohonan bantuan air yang ditujukan kepada camat, kemudian camat melangsungkan ke bupati.

BPBD,   melakukan pemetaan untuk dilakukan langkah-langkah lanjutan. Langkah jangka pendek, adalah pendistribusian air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.(ZR)

 

Editor : Yuris P Hidayat