Bupati Lamongan Resmikan Jalan Plembon–Made, Didorong Jadi Jalan Protokol Penopang Ekonomi
Lamongan, JatimUPdate.id, – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meresmikan Jalan Raya Plembon–Made pada Rabu (7/1/2026).
Baca Juga: Peringati Milad ke-79, Kader dan Alumni HMI Lamongan Tanam Mangrove di Pantai Kandangsemangkon
Proses peresmian itu juga dihadiri Wabub Lamongan Dirham Akbar Aksara beserta sejumlah OPD Pemkab Lamongan terkait.
Ruas jalan sepanjang 2,45 kilometer itu diproyeksikan menjadi jalan protokol utama yang menopang konektivitas wilayah sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Pembangunan jalan tersebut merupakan bagian dari program Inpres Jalan Daerah (IJD) dengan spesifikasi konstruksi berstandar tinggi, sehingga mampu menahan beban kendaraan besar dalam jangka panjang.
Bupati yang akrab disapa Pak Yes mengapresiasi rampungnya pembangunan ruas jalan tersebut.
Meski baru diresmikan secara simbolis, ia menyebut jalan itu sudah lebih dulu dimanfaatkan masyarakat.
“Terima kasih, hari ini kita bisa meresmikan, meskipun sebelumnya jalan ini sudah dilalui dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jalan IJD ini cukup panjang dan kami harapkan menjadi jalan protokol utama yang menjadi prioritas untuk diselesaikan secara menyeluruh,” ujar Pak Yes.
Pak Yes menegaskan, Pemerintah Kabupaten Lamongan berkomitmen melanjutkan sisa pekerjaan yang belum rampung melalui kolaborasi pendanaan.
“Masih ada sisa pekerjaan yang akan kita lanjutkan, baik melalui APBD maupun kembali kita usulkan ke pemerintah pusat, agar konstruksinya bisa sama dengan yang sudah dibangun oleh Balai,” imbuhnya.
Baca Juga: Dari Kepatuhan Menuju Budaya, Saatnya K3 Menjadi DNA Organisasi
Ia menjelaskan, spesifikasi konstruksi yang kokoh dipilih karena Jalan Plembon–Made merupakan jalur strategis.
Selain dilalui armada Trans Jatim, kawasan Made hingga Sugio juga dikenal sebagai lumbung padi nasional.
“Ke depan, jalan ini disiapkan agar cukup kuat dilalui kendaraan besar. Ini penting untuk mendukung sektor pertanian dan distribusi hasil produksi,” tegasnya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 459 Provinsi Jawa Timur dari Ditjen Bina Marga BBPJN Jatim–Bali, Arvian Zanuardi, mengatakan proyek senilai Rp28 miliar tersebut dikerjakan dengan intensitas tinggi karena masa kontrak yang relatif singkat, yakni 55 hari.
Menurut Arvian, total panjang ruas Made–Plembon mencapai 5,3 kilometer. Namun, dukungan APBN melalui program IJD baru mencakup 2,45 kilometer, sementara sisanya akan dikolaborasikan dengan APBD Lamongan.
Baca Juga: Baksos, Pembagian Bibit Pohon, Khitan Massal dan Pelayanan Publik Warnai HPN oleh PWI Lamongan
“Kami berupaya agar penanganan jalan ini bisa tersambung. Di ruas ini memang ada penanganan dari APBN dan APBD, yang menunjukkan kolaborasi kuat antara pemerintah pusat dan daerah,” jelasnya.
Arvian juga menekankan peran strategis Kecamatan Sugio sebagai penopang ketahanan pangan nasional. Ia berharap infrastruktur jalan yang memadai dapat memperlancar mobilitas hasil pertanian.
“Ke depan, kami juga membuka peluang usulan pembangunan jembatan untuk melengkapi konektivitas wilayah sesuai program prioritas nasional,” pungkasnya.
Pemkab Lamongan berharap, peresmian Jalan Plembon–Made dapat memperlancar akses antarwilayah, meningkatkan layanan transportasi publik khususnya Trans Jatim, serta berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat