Polrestabes Surabaya membongkar peredaran sabu 1 kuintal

Surabaya - Kepolisian Daerah Jatim berhasil mengungkap kasus narkoba di wilayah Jatim dengan menembak mati bandar narkoba jaringan internasional dan membongkar jaringan hingga terbawah.

Jajaran Polrestabes Surabaya di bawah koordinasi Polda Jatim berhasil menyita 100 kilogram atau satu kuintal narkoba jenis sabu dan 4000 butir pil happy five. Sabu yang disita dalam satu kasus ini menjadi rekor baru di Polrestabes Surabaya bahkan Polda Jatim dan jajaran.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di sela-sela kunjungannya bersama Pangdam V Brawijaya dan Kapolda Jawa Timur ke Pondok Pesantren Lirboyo dan Ploso Kediri menyampaikan apresiasi kepada Irjen Pol Fadil Imran, sekaligus pada jajaran Polrestabes Surabaya.

Menurutnya, ini merupakan wujud kerja keras jajaran kepolisian di tengah Pandemi Covid-19. Utamanya, untuk terus melakukan penegakan hukum khususnya pada kejahatan yang mendapat perhatian luas dari publik salah satunya kasus narkoba.

"Terimakasih kepada Kapolda Jatim Irjen Pol Fadil Imran beserta jajaran. Juga jajaran Polrestabes Surabaya atas semua kerja kerasnya. Sehingga, hal ini tentunya bisa memberi rasa tenang dan aman bagi masyarakat Jatim," kata Gubernur Khofifah dalam siaran pers yang diterima redaksi, Sabtu (6/6/2020).

Menurutnya, keberhasilan dalam mengungkap kasus narkoba ini akan mampu menyelamatkan para generasi muda yang merupakan penerus bangsa dari ancaman bahaya narkotika. Terlebih para generasi muda memang yang menjadi sasaran dari narkoba.

"Atas keberhasilan ini, tentunya terdapat jutaan generasi penerus bangsa yang telah bisa diselamatkan oleh jajaran kepolisian dari bahaya laten narkotika," tandasnya.

Gubernur Khofifah pun meminta, agar aparat penegak hukum tidak ragu memberikan tindakan tegas pada pelaku peredaran narkoba. Apalagi, peredaran barang haram ini tidak hanya terjadi sekali di Jawa Timur.

"Hal ini juga selalu menjadi perhatian serius dari Pemprov Jatim. Karenanya kami meminta para aparat penegak hukum tidak segan memberi hukuman berat pada bandar narkoba ini. Dan semua pihak termasuk BNN, Pengadilan, Kejaksaan juga harus ikut mengawal," tegas orang nomor satu di Pemprov Jatim ini.

Gubernur Khofifah berharap, ke depan akan semakin banyak kasus yang berhasil diungkap aparat kepolisian baik terkait narkoba atau masalah curanmor dan curas. Termasuk kejahatan yang berhubungan dengan Covid-19 seperti penimbunan alat kesehatan mulai masker, vitamin dan sejenisnya serta penimbunan sembako.

"Dengan keberhasilan ini, kita berharap bersama akan makin banyak kasus yang bisa diungkap jajaran Polda Jatim. Semoga di tengah Pandemi Covid-19 ini semangat untuk Jogo Jawa Timur akan terus berkobar," tutup mantan Menteri Sosial ini.

Bandar narkoba yang ditembak oleh Satresnarkoba Polrestabes Surabaya adalah Iwan Hadi Setiawan (30), warga Jalan Manukan Ranu. Ia ditembak mati setelah menyerang petugas menggunakan senjata api (senpi) rakitan.

Iwan disergap Tim Unit I Satresnarkoba Polrestabes Surabaya saat keluar dari sebuah apartemen di Surabaya pada Selasa (12/5) dinihari.

Dia tewas dalam perjalanan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara setelah tertembak. Jenazah Iwan kemudian dibawa ke Kamar Mayat RSU dr Soetomo, Surabaya.

Penyergapan dipimpin Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Memo Ardian dan Kanit I Iptu Raden Dwi Kennardi.

Berita Terkait