Bondowoso Butuh Pemimpin Milenial, Begini Kata Aktivis Mahasiswa
Bondowoso,JatimUPdate,- Agar Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, dapat beranjak dari ketertinggalannya, dari Kabupaten lainnya, maka diperlukan peran generasi muda.
Baca juga: Polres Malang Ungkap Kasus Penipuan Umrah, Rugikan Korban Hingga Rp 1,9 M
Baca Juga: BREAKINGNEWS: Jembatan Sukowiryo di Jalan Mastrip Bondowoso Ambrol Satu Sisi, Akses Dibatasi Ketat
Selama ini, pembangun di Kabupaten Bondowoso, menurut aktivis Mahasiswa, mengalami stagnan, kalau tidak malah terpuruk.
Pernyataan itu disampaikan, Ketua HMI Cabang Bondowoso Situbondo, Moh Syeh Zainul Hali SH, kepada media ini, melalui jaringan selulernya, pada Selasa (23/01/2024).
"Seperti yang kita tahu, bahwa sejak awal dilantik (Red: Bupati Bondowoso, dilantik pada tanggal 24/09/2018 - 24/09/2023) telah terjadi polemik, sehingga program-program yang sudah dijanjikan tidak dapat terlaksana dengan baik," ujarnya.
Pemuda yang akrab disapa Enong itu, menyebut, akibat konflik berkepanjangan itu, menyebabkan pembangunan di Kabupaten Bondowoso tidak ada perbaikan signifikan.
Baca Juga: Retribusi Administrasi Dihapus, Raperda Pajak Baru di Bondowoso Permudah Layanan Publik
"Sebagai contoh, yang kami rasakan adalah fasilitas umum jalan raya dikampung-kampung banyak yang rusak, kami nilai ini bagian dari efek polemik yang merugikan masyarakat," tandasnya.
Untuk itu, Enong berpendapat, sudah saatnya dilakukan regenerasi dan transformasi kepemimpinan.
"Mengingat pada kepemimpinan sebelumnya banyak sekali polemik yang merugikan masyarakat," katanya.
Baca Juga: Bupati Bondowoso Resmi Buka Festival Ramadhan 2026, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pelestarian Budaya
Untuk itu, menurut Enong, peranan Generasi Milenial Sangat penting, karena generasi muda memiliki semangat yang tinggi, kreatif dan inovatif.
"Bondowoso membutuhkan pemimpin milenial, agar permasalahan yang selama ini terjadi dapat terurai," tegasnya. (G1l)
Editor : Miftahul Rachman