Kejatuhan Cabang Pohon, Pemotor Jatuh Terpental Hingga Tercebur Sungai

Reporter : -
Kejatuhan Cabang Pohon, Pemotor Jatuh Terpental Hingga Tercebur Sungai
Keterangan Foto:- Korban kejatuhan Cabang pohon di nganjuk, jum at (26/1/2024)

Nganjuk, JatimUPdate.id,- Akibat kejatuhan cabang pohon seorang pemotor sampai terpental hingga tercebur ke dalam sungai.

Kasat Samapta Polres Nganjuk, AKP Syaiful Hadi, S.H.membenarkan pihaknya bersama beberapa anggota Sat Samapta Polres Nganjuk telah menyelamatkan Kusdiman (61) seorang laki-laki warga Desa Pehserut, korban patahan cabang pohon, Jumat (26/01/2024).

Baca Juga: Kapolres Nganjuk Imbau Masyarakat Tidak Menghalangi Pemilu 2024: Ancaman Pidana Bagi Pelanggar

AKP Syaiful mengungkapkan kejadian tersebut terjadi di jalan raya Surabaya - Madiun tepatnya di Desa Pehserut, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk. Saat itu ia dan beberapa anak buahnya sedang melaksanakan patroli di wilayah tersebut.

“Akibat kejatuhan cabang pohon tersebut, korban sampai terpental hingga tercebur ke dalam sungai yang ada di TKP, Dari pemeriksaan tim medis dinyatakan korban tidak mengalami luka yang serius, ” ujar AKP Syaiful.

Baca Juga: Kapolres Nganjuk Pimpin Upacara Serah Terima Jabatan Kapolsek Loceret

AKP Syaiful menambahkan kejadian patahnya pohon tumbang tersebut akibat hembusan angin yang sangat kencang. Insiden ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem dan potensi bahaya di sekitar jalan raya.

Beliau mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat melintas di sekitar area berpotensi bahaya, terutama saat cuaca ekstrem seperti hujan deras atau angin kencang. Pihaknya juga mengingatkan agar tidak parkir kendaraan di bawah pohon besar yang dapat membahayakan keselamatan.

Baca Juga: 3 Pilar Kecamatan Wilangan Terima Penghargaan

Setelah menyelamatkan korban, Sat Samapta Polres Nganjuk segera melakukan evakuasi cabang pohon yang tumbang tersebut. Proses evakuasi dilakukan dengan cepat dan tertib guna menghindari kemungkinan bahaya lebih lanjut. (RU)

Editor : Nasirudin