Ketua KPPU Dalami 83 Perguruan Tinggi Yang Bekerjasama Dengan Pinjol

Reporter : -
Ketua KPPU Dalami 83 Perguruan Tinggi Yang Bekerjasama Dengan Pinjol
Ketua KPPU  (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) M.Fanshurullah Asa

Surabaya _ JatimUPdate.id - Ketua KPPU  (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) M.Fanshurullah Asa menyoroti tentang sejumlah Perguruan Tinggi yang telah melakukan kerjasama dengan pinjaman online ( pinjol ).

"Dari data yang kami lihat, ada sejumlah 83 perguruan tinggi yang sudah bekerja sama dengan pinjol," kata M.Fanshurullah Asa, pada awak media di Kantor KPPU IV Surabaya, Kamis ( 15/2/2024 ).

Baca Juga: Siap Dipanggil KPPU, Lion Air Tegaskan Tidak Melanggar Aturan Harga Tiket Mudik Lebaran

Menurut Afan, sapaan akrab M.Fanshurullah,  pihaknya akan mempelajari terkait adanya kerjasama perguruan tinggi dengan pinjol tersebut.

"Ini kami masih mendalami semua,dan dalam minggu - minggu ini akan kami panggil semua," tandasnya.

Kendati belum dapat membuka data perguruan tinggi yang menggunakan layanan dari Pinjol tersebut.

Namun, kata Afan, pihaknya sudah memastikan jika dari sejumlah perguruan tinggi ini baka kita panggil.

Baca Juga: KPPU Soroti Problem Penyaluran Pinjaman Mahasiswa di Perguruan Tinggi

" Kalau soal data kami belum bisa buka.Tapi, intinya sudah jelas 83 perguruan tinggi dari datanya," ungkap pria yang pernah menjabat Anggota DPR RI periode 2004 - 2009.

Ketua KPPU M Fanshurullah Asa juga menyangkan adanya keterlibatan sejumlah Perguruan Tinggi yang bekerjasama dengan Pinjol,hal ini sangat merugikan para mahasiswanya.

"Kok ada bunga,padahal mahasiswanya ada yang S-1 dan S-2,meskipun ketentuannya 0,3 yang ditetapkan oleh OJK.Tapi yang kami ketahui pemain dapat 0,1.Sehingga kalau di kalkulasikan 10 hari jadi 1 persen, dan sebulan menjadi 3 persen," ujar Afan.

Baca Juga: KPPU Bakal Panggil 4 Perusahaan Pembiayaan,Ini Penjelasan Ketua KPPU 

"Kalau di kalikan setahun jadi berapa,ini yang hitungannya lebih mahal kita ambil rumah dan mobil," imbuhnya.

Namun, menurut kajian dari KPPU sekaligus mendapat penyampaian dari Komisi X, bahwa untuk memberikan pinjaman online maupun bukan online bagi dunia pendidikan tidak diperbolehkan memberikan bunga.

"Ini karena dunia pendidikan merupahkan investasi human capital dan ini bukan untuk bisnis," demikian M.Fanshurullah Asa. ( dji )

Editor : Miftakul Rahman