4-17 Maret 2024 Polda Jatim Gelar Operasi Keselamatan Semeru

Reporter : -
4-17 Maret 2024 Polda Jatim Gelar Operasi Keselamatan Semeru
Keterangan Foto:- Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Semeru TA 2024 dan Pencanangan Aksi Keselamatan Jalan di Lapangan Mapolda Jatim Surabaya, Sabtu (2/3/2024).

Surabaya, JatimUPdate.id,- Dalam rangka cipta kondisi Kamseltibcarlantas Jelang Idul Fitri 1445 H/2024 Operasi Keselamatan Semeru TA 2024 dan Pencanangan Aksi Keselamatan Jalan di Lapangan Mapolda Jatim Surabaya, Sabtu (2/3/2024).

Polda beserta jajaran dan intansi terkait mengedepankan kegiatan edukatif dan persuasif serta humanis dalam rangka meningkatkan simpati masyarakat terhadap Polantas.

Baca Juga: Pj. Gubernur Adhy Ajak Pererat Tali Silaturahmi dengan Saling Memaafkan

Operasi keselamatan ini akan dilaksanakan selama 14 hari mulai tanggal 4-17 Maret 2024 dengan melibatkan personil sebanyak 4.470 dimana sebanyak 390 persenel satgas Polda dam 4.080 satwil jajaran.

"Target sasaran dalam operasi keselamatan ini adalah penggunaan Helm SNI, melawan arus, menggunakan HP saat berkendara, berkendara dibawah pengaruh alkohol, melebihi batas kecepatan, berkendara dibawah umur, penggunaan knalpot brong hingga balap liar," ungkapnya di Polda Jatim.

Pj. Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto dan jajaran Polda Jatim mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Semeru TA 2024 dan Pencanangan Aksi Keselamatan Jalan di Lapangan Mapolda Jatim Surabaya, Sabtu (2/3).

Pj. Gubernur Adhy berharap agar suasana aman dan kondusif yang menjadi ciri khas dari Provinsi Jawa Timur tetap terjaga sepanjang tahun 2024. Terlebih, dalam beberapa hari mendatang umat muslim di Indonesia akan melaksanakan Ibadah di Bulan Suci Ramadhan 1445 Hijriah.

"Saya berharap Operasi Keselamatan Semeru TA 2024 dan Pencanangan Aksi Keselamatan Jalan di Jatim berlangsung lancar sehingga aman, lancar dan kondusif tetap terjaga," ujarnya.

Lebih lanjut Pj. Gubernur Adhy mengungkapkan, Pemprov Jatim terus berupaya menjaga situasi tetap kondusif, terutama menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Ibadah Hari Raya Nyepi pada Bulan Maret ini.

"Aktifitas masyarakat pada awal Bulan Ramadhan biasanya meningkat sehingga membutuhkan situasi yang betul-betul kondusif," terangnya.

Terkait kesiapan menjelang Bulan Suci Ramadhan, Pemprov Jatim memetakan sejumlah persoalan diantaranya Pasokan Kebutuhan Bahan Pokok (Bapok) hingga ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Baca Juga: Qiyamul Lail dan Lomba Masak Bandeng, Cara Unik Pj. Gubernur Adhy Tingkatkan Keguyuban

Adhy menyebut bahwa beberapa waktu lalu, Pemprov Jatim secara masif telah melakukan operasi pasar bersama satgas pangan dan Bulog memastikan ketersediaan Bapok. Bahkan, beberapa waktu sebelumnya telah dilakukan operasi pasar di banyak tempat untuk memantau harga beras.

"Untuk Bapok ini menjadi fokus penting, karena Beras ini jika tidak mendapat perhatian akan menyumbang angka inflasi di Jatim," sebutnya.

Dijelaskannya, terdapat 135 ribu ton beras yang akan masuk ke Jatim dan diprediksi bisa memenuhi kebutuhan masyarakat sampai dengan 2 bulan lebih. Namun, jumlahnya akan terus diupdate seiring kebutuhan masyarakat.

Selain itu, panen raya yang akan terjadi pada kisaran akhir Bulan Maret ini akan memberikan optimisme ketersediaan stock beras di Jatim akan aman.

"Jadi kita tertolong stock beras aman dengan adanya Panen Raya. Kami akan terus melakukan pengawasan terhadap fluktuasi harga di lapangan sehingga harga beras bisa tetap terkendali," tegasnya.

Baca Juga: Pj Gubernur Jawa Timur menghadiri Kontes Bandeng Kawak Tahun 2024 di Gresik

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto dalam sambutannya menyatakan, rasa terima kasihnya kepada jajaran Polri dan TNI bersama Pemprov Jatim yang telah mengawal pada pengamanan Pemilu pada bulan Februari 2024 yang lalu berjalan aman dan kondusif.

Berdasarkan pelanggaran Lalu Lintas di Jatim di tahun 2023, Kapolda menyebut terdapat peningkatan yang sangat signifikan yakni sebesar 13.853 persen dibanding tahun 2022.

Adapun jenis pelanggaran yang dilakukan melibatkan 14.292 pelanggar tidak memakai helm, 719 pelanggar melakukan perbuatan melawan arah. (NT)

Editor : Yuris P Hidayat