Peternak Jatim, menuntut Mentan untuk segera menetapkan KLB PMK

oleh : -
Peternak Jatim, menuntut Mentan untuk segera menetapkan KLB PMK
Peternak Jatim, menuntut Mentan untuk segera menetapkan KLB PMK, Rabu (8/6)

Surabaya (Jatimupdate.id) -Peternak Jatim, menuntut Mentan untuk segera menetapkan KLB PMK. Sebaran wilayah yang terserang virus PMK semakin meluas di berbagai provinsi di Indonesia, tingkat morbiditas bisa 100%, tingkat mortalitas memang rendah kalau berdasarkan data propinsi jatim per 31 mei, mortalitas tidak sampai 1 % dari ternak yang terinfeksi.

“Seharusnya satgas menurunkan tim hingga ke tingkat desa. Untuk memantau perkembangan PMK. Sehingga selalu siap menangani ketika ada laporan dari peternak” ungkap Ridwan, Dosen Politeknik Pertanian dan Peternakan Mapena Tuban.“Pemerintah harus segera menyediakan obat-obatan yang cukup. Sambil menanti adanya vaksin PMK” Jelasnya

Menurut Mufid peternak sapi asal Lamongan, “Momen idul adha kurang 1 bulan, dimana harga sapi biasanya naik, di pasar hewan  justru terjadi penurunan sampai 5 jutaan.” Ujarnya. Sebaliknya Kenaikan Harga justru terjadi di kota surabaya, harga melonjak karena kurang pasokan sapi. Efek dari Isolasi distribusi, penyekatan ternak dan penutupan beberapa pasar hewan.

Mufid bersama peternak lainnya, Setuju sekali jika Menteri Pertanian segera menetapkan KLB untuk PMK,  “Untuk sapi 95 % populasi ada di peternakan rakyat, dari mana kami punya biaya untuk beli obat-obatan, desinfektan, suplemen nutrisi kalau tidak dari pemerintah” tegasnya.

Peternak Jatim, menuntut Mentan untuk segera menetapkan KLB PMKPeternak Jatim, menuntut Mentan untuk segera menetapkan KLB PMK

Saat ini pemerintah masih mengupayakan untuk memproduksi kembali vaksin PMK karena sudah sejak tahun 1990an kita di nyatakan bebas PMK (baca juga : https://jatimupdate.id/baca-609-pusat-veteriner-farma-pusvetma-surabaya-siapkan-pengembangan-dan-produksi-vaksin-pmk-untuk-ternak). Pengadaan Vaksin PMK dari luar negeri sangat mahal. Informasi yang diterima oleh jatimupdate, Kementan Baru bisa mengadakan 1 juta vaksin PMK pada bulan Juli nanti, sedangkan populasi sapi potong di jawa timur saja mencapai 4,8 juta ekor, kalau herd imunity butuh 70 %, maka kebutuhan vaksin 3,3 jt .

Ketua Umum Yayasan Insan Cita Agro Madani (ICAM) Indonesia Dr. Edi Purwanto, pada hari rabu (8/6), mengemukakan bahwa Jika Pemerintah dalam hal ini Kementan masih menggunakan dasar pengambilan keputusan hanya berdasar angka dan tidak memperhatikan efek berantainya, ini akan menjadi preseden buruk dan yang paling dirugikan sekali lagi adalah para peternak kita.

“kondisi riil dilapangan, sangat mengkhawatirkan, Sebaran virus sudah merata dan sangat cepat menular. Terjadi panik selling dilakukan para peternak, sehinga terpaksa menjual sapi nya dg harga yg sangat murah, bahkan ada kondisi dimana harga sapi normal 20 JT an terpaksa dijual 5 JT” Jelas Edi Purwanto saat di hubungi Jatimupdate.

Menurut Dr. Edi Purwanto yang juga menjabat sebagai wakil ketua KADIN Jatim , Penetapan status KLB terkandung konsekuensi dan implikasi yg justru akan melindungi para peternak kita. “Karena Sebagai Dasar Hukum penanganan yang serius dan menutup celah cuci tangan para pihak yg berwenang, sehingga ada jaminan buat para peternak dalam pemenuhan kebutuhan vaksin, handling hulu sampe hilir nya” jelasnya.

“Selanjutnya Keterlibatan para pihak yang berkepentingan dengan Rantai pasok dan distribusi termasuk akan menjadi dasar bagi Perbankan dalam memberikan kebijakan relaksasi dan keringanan lain bagi para peternak yg harus pinjam modal usaha dari Bank atau lembaga keuangan lain.” Ungkap Dr. Edi Purwanto.

Efek PMK secara jangka panjang  akan berpengaruh kepada produksi daging dan susu, depopulasi dan isolasi, termasuk dampak ekspor non komoditas peternakan ke negara bebas PMK juga terhambat.(yah)

Peternak Jatim, menuntut Mentan untuk segera menetapkan KLB PMKPeternak Jatim, menuntut Mentan untuk segera menetapkan KLB PMK