Cegah Urbanisasi, Komisi A Minta Pemkot Lakukan Operasi Yustisi

Reporter : -
Cegah Urbanisasi, Komisi A Minta Pemkot Lakukan Operasi Yustisi
Arif Fathoni

Surabaya,JatimUPdate.id - Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Arif Fathoni mengakui, kota metropolitan seperti Surabaya bakal jadi jujukan urbanisasi pasca Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran. 

Fathoni menyebut, masyarakat yang melakukan urbanisasi itu akan mencoba peruntungan ekonomi di Kota Pahlawan. 

Baca Juga: Pemilukada Surabaya, Golkar Catut Eri Cahyadi, PDIP: Harus Konsisten Bukan Sekedar Bunyi-bunyian

"Iya jadi memang sebagai Ibukota Provinsi Jawa Timur pasca lebaran memang biasanya akan ada ledakan penduduk luar biasa yang mencoba peruntungan ekonomi di Kota Surabaya," kata Fathoni, Kamis (28/3).

Maka dari itu, Fathoni menekankan pemkot Surabaya melakukan operasi yustisi sekaligus lurah camat sosialisasi kepada RT/RW tidak mudah memberikan pengantar KTP baru. 

Kendati begitu Fathoni menekankan, masyarakat yang melakukan urbanisasi difasilitasi sebagai penduduk musiman.

Baca Juga: Soroti Mall THR, Pimpinan DPRD: Pemkot Kehilangan Duit Rp100 M

'Agar ini tidak menjadi beban Pemerintah Kota Surabaya, saya berharap operasi yustisi di tingkatkan di samping itu saya berharap lurah dan camat itu juga memberikan sosialisasi kepada ketua RT ketua RW se Kota Surabaya agar tidak gampang memberikan pengantar KTP baru, terhadap penduduk ini difasilitasi saja menjadi penduduk musiman." terang eks aktivis LMND ini.

Pasalnya lanjut ketua Golkar Surabaya itu, adakalanya satu keluarga menampung kartu keluarga sehingga menjadi beban bagi pemkot Surabaya.

Baca Juga: Legislator PSI Blak-blakan Soal Isu Koalisi Gerindra, PKB PSI di Pemilukada Surabaya

Sehingga Fathoni mendorong, supaya pemkot berkoordinasi dan konsultasi dengan Pemprov Jatim mengurai problem tahunan ini. 

"Kami melihat ada satu keluarga menampung KK yang lain, tentu ini akan menjadi beban bagi pemerintah kota Surabaya. Saya berharap walikota Surabaya berkoordinasi, berkonsultasi dengan Gubernur Jawa Timur untuk mengurai problem tahunan seperti ini." demikian Arif Fathoni

Editor : Nasirudin