Perwakilan The World Bank Berdiskusi dengan Kadin Jatim untuk Menganalisis Kondisi Ekonomi Jatim

Reporter : -
Perwakilan The World Bank Berdiskusi dengan Kadin Jatim untuk Menganalisis Kondisi Ekonomi Jatim
Perwakilan The World Bank melakukan Forum General Discussion (FGD) bersama pelaku usaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur

Surabaya, JatimUPdate.id,- Perwakilan The World Bank melakukan Forum General Discussion (FGD) bersama pelaku usaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur. Diskusi ini bertujuan untuk menggali informasi langsung tentang kondisi ekonomi domestik, khususnya di Jawa Timur, Rabu (1/5/2024).

Lead Economist The World Bank, Habib Rab, menjelaskan bahwa Bank Dunia sedang melakukan studi komprehensif tentang pertumbuhan ekonomi jangka panjang di Indonesia, termasuk di sektor swasta seperti manufaktur dan jasa. Studi ini juga mencakup analisis perpajakan di Indonesia. Dalam upaya untuk mendapatkan wawasan yang lebih mendalam, Bank Dunia meminta masukan dari Kadin Jatim tentang apakah analisis yang dilakukan sudah sesuai dengan realitas di lapangan.

Baca Juga: KADIN Jatim Siap Cetak Guru Industri Untuk Pendidikan Vokasi

"Dari hasil diskusi dengan Kadin Jatim, beberapa poin yang kami kemukakan ternyata sesuai dengan yang terjadi di lapangan. Analisis kami sudah tepat arahnya," ujar Habib Rab.

Habib Rab menekankan pentingnya konsultasi dengan sektor swasta untuk memastikan bahwa analisis yang dilakukan memperhitungkan realitas yang ada di lapangan. Menurutnya, data tidak hanya harus mencerminkan angka tetapi juga harus menggambarkan keadaan yang sesungguhnya dialami oleh dunia usaha.

Baca Juga: Bangun digitalisasi ekosistem dunia usaha, Kadin lakukan pembaharuan sistem keanggotaan

Dalam diskusi tersebut, Habib Rab juga menyampaikan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih relatif baik. Namun, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mengalami perlambatan. Salah satu penyebabnya adalah minimnya penelitian dan pengembangan serta rendahnya adaptasi teknologi dan inovasi oleh industri besar di Indonesia.

Senior Economist The World Bank, Alexandre Hugo Laure, menyoroti bahwa pengeluaran untuk penelitian dan pengembangan di Indonesia masih rendah, serta sedikitnya perusahaan yang melakukan inovasi. Hal ini disebabkan oleh kurangnya akses dan sumber daya bagi perusahaan kecil dan menengah (UMKM).

Baca Juga: Wamendag Jerry Sambuaga Hadiri Business Forum InaGRO Expo 2022 Kadin Jatim

Prof. Tommy Kaihatu menambahkan bahwa perusahaan besar cenderung kurang berminat untuk melakukan inovasi karena merasa sudah memiliki pasar yang besar, sementara UMKM kesulitan mengakses sumber daya dan pasar ekspor. Namun, masih ada peluang pengembangan sektor swasta di Jatim, terutama dalam bidang industri, perdagangan, pertanian, pariwisata, dan infrastruktur.

Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto, menegaskan komitmen Kadin dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi. Dia juga menyoroti pentingnya kebijakan yang mendukung industri domestik dalam menghadapi persaingan global melalui platform e-commerce.
 
 
 
 
 
 

Editor : Nasirudin