Yuhronur Mediasi Warga dan PT EMA Selesaikan Tower BTS

Reporter : -
Yuhronur Mediasi Warga dan PT EMA Selesaikan Tower BTS
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi bersama warga dan perwakilan PT EMA

Lamongan, JatimUPdate.id,- Pemerintah Kabupaten Lamongan menegaskan komitmennya untuk terus mengawal penyelesaian keberadaan tower BTS yang menjadi perbincangan di lingkungan Bandung, Kelurahan Sukamulyo, Kecamatan Lamongan.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, yang akrab disapa Pak Yes, menyampaikan komitmen tersebut saat melakukan peninjauan langsung di tower BTS pada Kamis (16/5). Menurutnya, pemerintah setempat akan terus mendukung hasil keputusan yang menguntungkan bagi semua pihak, mulai dari masyarakat, investor, hingga kepentingan nasional. Keberadaan tower BTS ini memegang peranan penting dalam jaringan telekomunikasi di Pulau Jawa hingga Bali.

Baca Juga: Sujud Syukur Kepala desa Siser Laren Lamongan Terima SK Perpanjangan

"Pemerintah Kabupaten Lamongan akan mendampingi masyarakat dalam menyelesaikan masalah keberadaan tower yang berada di tengah pemukiman. Namun, kami juga akan mencari solusi yang menguntungkan semua pihak, karena tower ini memiliki dampak besar dalam jaringan telekomunikasi nasional," ujar Pak Yes.

Pak Yes menegaskan bahwa langkah-langkah selanjutnya akan diambil setelah menerima hasil audit independen yang akan dilakukan oleh PT EMA. Dia juga mengingatkan bahwa proses relokasi tower BTS tidak bisa dilakukan dengan cepat, membutuhkan banyak persiapan dan pertimbangan.

Baca Juga: Yuhronur Resmikan Fasilitas NICU di RSUD Ngimbang, Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan

"Kami tidak bisa menggerakkan relokasi secara instan, karena memang ada banyak hal yang harus dipersiapkan. Namun, yang pasti kami berkomitmen untuk segera menemukan solusi terbaik bagi semua pihak," tambahnya.

Salah satu warga Sukamulyo, Rudi Hartono, menyatakan bahwa masyarakat tidak menuntut kecepatan dalam relokasi atau kompensasi. Mereka lebih mengharapkan kepastian dari Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam menangani masalah ini.

Baca Juga: Rapat Paripurna DPRD Lamongan: Pandangan Umum Tujuh Fraksi atas Raperda Pertanggungjawaban APBD 2023

"Kami sangat mengapresiasi mediasi langsung dengan Pak Bupati dan perwakilan dari PT EMA. Kami mengerti bahwa penanganan butuh waktu, tapi yang kami perlukan adalah kepastian dari Pemerintah Kabupaten Lamongan. Kami akan menunggu hasil audit dari PT EMA untuk langkah selanjutnya," ungkapnya.

Menurut Rudi, kekhawatiran masyarakat terkait tower BTS yang sudah ada sejak tahun 1993 termasuk tentang risiko rubuh saat hujan atau badai, serta potensi radiasi yang bisa memicu penyakit.(NT)

Editor : Yuris P Hidayat