Gelar Saweran Legenda Cak Sapari, Baktiono Minta Walikota Eri Turut Campur Tangan

oleh : -
Gelar Saweran Legenda Cak Sapari, Baktiono Minta Walikota Eri Turut Campur Tangan
Saweran Cak Sapari

Jatimupdate.id - Gelaran Ludrukan Charity yang diprakarasi Dewan Ludrukan Surabaya dan Republik Ludruk Indonesia, untuk saweran bagi legenda Cak Sapari disambut positif Politisi PDI-P Surabaya, Baktiono.

Baktiono menyatakan, saweran ini merupakan wujud kepedulian atau gotong royong untuk membantu kondisi Sapari yang tengah sakit

"Cak Sapari legenda Ludruk baru, termasuk Cak Basman dan Cak Kartolo. Selain legenda pendahulunya seperti Patollah Akbar, Kancil dan Tohir di era 60 sampai tahun 70-an." kata Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya ini.

Menurut Baktiono, Cak Sapari bersama kawan-kawannya berhasil membangkitkan ludruk yang waktu itu mulai pudar. Dengan saweran ini, lanjut dia, menumbuhkan kepedulian terhadap ludruk dan artis-artis ludruk yang juga merupakan budaya arek Suroboyo.

Maka, ia mengimbau Walikota Surabaya Eri Cahyadi turut campur tangan beserta pihak rumah sakit yang merawat Cak Sapari. Sebab, lanjut Baktiono, Pemkot telah membuat kebijakan, yakni warga yang ber KTP atau KK Surabaya dapat berobat gratis dengan menunjukkan identitasnya.

"Rumah Sakit harus menggratiskan karena Cak Sapari bagaimanapun juga warga Surabaya." ungkapnya.

Baktiono memaparkan, Cak Sapari bersama kawan-kawannya, Cak Kartolo dan Cak Basman perannya cukup luar biasa. Ia menyebut, mereka bukan hanya sebatas penghibur atau pelawak saja.

Namun, kritikan maupun masukan disampaikan dengan cara lawakan, sehingga warga maupun pejabat bisa lapang dada. "Mereka bisa menerima dengan senang. Karena disampaikan dengan apa adanya yang terjadi di masyarakat." kata Baktiono.

Karenanya, politisi senior ini, meminta ludruk digalakkan, dipertahankan dan dikembangkan. Sebab, bila warga tidak bisa menyuarakan pesan ke publik.  Melalui wadah kesenian ludruk ini bisa tersampaikan.

"Jadi apa yang menjadi pitutur pituturnya, wawasan-wawasan kebangsaan, kritikan, masukan terhadap pejabat maupun masyarakat, melalui ludruk ini bisa diterima." beber Baktiono

"Karena disampaikan dengan cara yang baik, dengan gaya kesenian ludruk yang cukup luar biasa, khususnya warga Kota Surabaya." demikian kata Baktiono.