Oleh: Andhika Wahyudiono*

Peran Proaktif PLN dalam Mendorong Energi Terbarukan pada KTT WWF ke-10

Reporter : -
Peran Proaktif PLN dalam Mendorong Energi Terbarukan pada KTT WWF ke-10
Andhika Wahyudiono

Dalam rangka mendukung perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi World Water Forum (KTT WWF) ke-10 yang akan berlangsung pada 18–25 Mei 2024, PT PLN (Persero) telah mengambil langkah-langkah konkret dalam mempersiapkan infrastruktur kelistrikan untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik oleh penduduk serta delegasi yang hadir. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Distribusi PLN, Adi Priyanto, yang menegaskan bahwa infrastruktur PLN telah siap sepenuhnya untuk mendukung mobilisasi delegasi serta operasional selama kegiatan, yang keseluruhannya menggunakan kendaraan listrik.

Adi Priyanto menjelaskan bahwa tindakan konkret yang diambil oleh PLN termasuk revitalisasi lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan pemasangan 52 unit EV Charger di Hotel Kempinski serta area Indonesia Tourist Development Corporation (ITDC) Nusa Dua. Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan bahwa kendaraan listrik yang berjumlah sekitar 670 unit dapat diisi ulang dengan mudah dan efisien selama berlangsungnya acara.

Baca Juga: Dukung Pengembangan Bawang Merah di Pidie, PLN UP 3 Sigli Sediakan Listrik

Selain persiapan infrastruktur, Adi Priyanto juga menegaskan bahwa para personel PLN telah dipastikan memiliki keterampilan yang memadai dalam memberikan pelayanan terbaik dalam proses pengisian ulang kendaraan listrik. Hal ini menunjukkan komitmen PLN dalam memastikan bahwa seluruh aspek teknis terkait penggunaan kendaraan listrik dapat berjalan lancar selama acara tersebut.

PLN telah melakukan persiapan jauh-jauh hari demi kesuksesan perhelatan internasional ini. Dari sisi pembangkitan, PLN telah melakukan pemeliharaan pada semua pembangkit yang ada di Bali, serta memeriksa kesiapan dan pengamanan transmisi dari Jawa ke Bali. Langkah ini penting untuk memastikan pasokan listrik yang stabil dan andal selama berlangsungnya acara.

Selain pemeliharaan pada pembangkit, PLN juga telah melakukan pemeliharaan pada Gardu Induk (GI) dan jalur-jalur distribusi dengan membangun jalur alternatif untuk memperkuat keandalannya. Ini merupakan langkah yang penting untuk mengantisipasi gangguan atau gangguan potensial pada infrastruktur listrik selama acara berlangsung.

Lebih khusus lagi, untuk memastikan pasokan listrik yang stabil ke venue-venue utama seperti Bali International Convention Center (BICC) dan Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), PLN telah menyusun skema pengamanan hingga empat lapis. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada gangguan listrik yang mengganggu kelancaran acara.

Adi Priyanto juga menekankan bahwa PLN berkomitmen untuk memastikan bahwa masyarakat Bali tidak akan terganggu dengan adanya kegiatan internasional ini. Dengan dukungan dari seluruh stakeholder dan masyarakat, PLN berharap agar agenda KTT WWF ini dapat berjalan lancar tanpa adanya kendala teknis terkait pasokan listrik.

Dalam konteks yang lebih luas, persiapan infrastruktur kelistrikan untuk mendukung acara internasional seperti KTT WWF ke-10 tidak hanya merupakan tanggung jawab teknis PLN, tetapi juga merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. PLN memiliki peran penting dalam mendukung berbagai kegiatan yang mendukung pembangunan berkelanjutan dan penggunaan energi yang ramah lingkungan.

Dengan demikian, persiapan PLN untuk KTT WWF ke-10 melampaui sekadar memastikan kelancaran acara tersebut. Hal ini juga mencerminkan kontribusi positif terhadap upaya global dalam menjaga lingkungan dan mendorong penggunaan energi terbarukan. Upaya ini dapat dilihat sebagai langkah yang berarti dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan secara keseluruhan.

Keterlibatan PLN dalam menyediakan infrastruktur kelistrikan yang mendukung penggunaan kendaraan listrik pada acara internasional tersebut menunjukkan komitmen perusahaan dalam menghadapi tantangan lingkungan global. Dengan menyediakan sarana untuk penggunaan energi terbarukan, PLN memberikan kontribusi positif dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca dan menjaga kualitas lingkungan.

Baca Juga: Akhiri Masa Siaga, PLN Sukses Layani Kelistrikan Selama Idulfitri 2024

Selain itu, persiapan PLN juga menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kesadaran akan pentingnya memanfaatkan sumber daya energi secara efisien dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, penggunaan kendaraan listrik yang didukung oleh infrastruktur kelistrikan yang disiapkan oleh PLN dapat menjadi langkah awal menuju perubahan positif dalam pola konsumsi energi.

Sebagai bagian dari agenda pembangunan berkelanjutan, penggunaan energi terbarukan merupakan salah satu poin utama yang harus diperhatikan oleh setiap pemangku kepentingan. Dengan menyediakan fasilitas pengisian kendaraan listrik dan memastikan pasokan listrik yang stabil selama acara berlangsung, PLN memberikan kontribusi yang nyata dalam mewujudkan tujuan tersebut.

Langkah-langkah ini juga sejalan dengan komitmen global untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan beralih ke sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Dalam era di mana perubahan iklim menjadi isu yang semakin mendesak, langkah-langkah untuk mempromosikan energi terbarukan sangatlah penting.

Tidak hanya itu, penggunaan kendaraan listrik juga dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat dan kualitas udara. Dengan mengurangi emisi gas buang dari kendaraan bermesin bakar, penggunaan kendaraan listrik dapat membantu mengurangi tingkat polusi udara dan memperbaiki kualitas udara di perkotaan.

Peran PLN dalam menyediakan infrastruktur untuk kendaraan listrik juga merupakan bagian dari upaya untuk mendukung teknologi hijau dan inovasi dalam sektor energi. Dengan mengadopsi teknologi terbaru dalam penyediaan listrik untuk kendaraan listrik, PLN menunjukkan komitmen untuk terus bergerak maju dalam menghadapi tantangan lingkungan global.

Baca Juga: 17 Titik SPKLU Untuk Pemilik Kendaraan Listrik Sepanjang Tol Ngawi-Situbondo

Langkah-langkah ini juga dapat memberikan insentif bagi masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, dan mengurangi jejak karbon secara keseluruhan. Dengan demikian, PLN tidak hanya memainkan peran dalam memastikan kelancaran acara internasional, tetapi juga sebagai agen perubahan menuju masyarakat yang lebih berkelanjutan secara lingkungan.

Kesimpulannya, persiapan PLN untuk KTT WWF ke-10 mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung upaya global untuk menjaga lingkungan dan mendorong penggunaan energi terbarukan. Langkah-langkah ini bukan hanya tentang memastikan kelancaran acara tersebut, tetapi juga tentang memberikan kontribusi nyata dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan secara keseluruhan.

 

*) Dosen UNTAG Banyuwangi

Editor : Nasirudin