Oleh : Ilham Adha Nugraha*

Mengungkap Sejarah Perempatan Bis Nggoling di Tulungagung

Reporter : -
Mengungkap Sejarah Perempatan Bis Nggoling di Tulungagung
Perempatan Nggoling

Beberapa orang mungkin tahu dengan perempatan Bis Nggoling ini, khususnya bagi mereka yang tinggal di Tulungagung. Namun, tahukah kalian sejarah di balik nama perempatan ini? Mengapa sampai sekarang dikenal dengan nama Bis Nggoling atau perempatan Bis Nggoling?

Sebelum kita bahas sejarahnya, mari kita cari tahu letak perempatan ini. Perempatan Bis Nggoling terletak di Kelurahan Jepun, yang bisa dicapai dari Terminal Gayatri Tulungagung ke arah timur. Setelah melewati dua perempatan, yaitu Perempatan Tamanan dan Perempatan Jepun, perempatan yang ketiga dari arah Terminal Gayatri inilah yang dinamakan Perempatan Bis Nggoling.

Baca Juga: Selisih Tipis dengan Tulungagung, Harga Beras Premium di Kota Blitar Segini Perkilogramnya

Jika kalian memulai dari timur kota Tulungagung, carilah RSIA Amanda (Rumah Sakit Ibu dan Anak Amanda). Lokasi perempatan ini tepat berada di sebelah barat RSIA Amanda. Dari perempatan Bis Nggoling, jika ke arah selatan atau Jalan Mastrip, kalian akan menuju Desa Serut atau Kecamatan Boyolangu. Jika ke arah utara, kalian akan masuk ke Jalan MT Haryono atau Desa Bago. Ke arah barat, kalian akan masuk ke Jalan Mayor Sujadi atau Desa Jepun, dan ke arah timur, kalian akan masuk ke Desa Plosokandang.

Sekarang, mari kita bahas sejarahnya. Kenapa sih perempatan ini dinamakan Perempatan Bis Nggoling?

Ketika saya bertanya kepada berbagai narasumber, yaitu orang-orang yang tinggal di sekitar sini, mereka hanya menjawab, “Ya dulunya memang ada bus kecelakaan di sekitar ini hingga posisinya terbalik di perempatan ini.” kata Habib, salah satu mahasiswa UIN Sayyid Ali Rahmatullah yang juga warga sekitar sini.

Namun, detailnya seperti apa masih banyak yang belum paham dengan kejadian tersebut. Menurut narasumber lain yang saya tanya, dulu ceritanya jalan yang sekarang lebar itu belum selebar sekarang. Sebelum dilebarkan seperti sekarang, di sebelah selatan perempatan Bis Nggoling ini terdapat sungai yang mengalir dari timur ke barat. Sungainya lumayan lebar, tapi sekarang tertutup oleh trotoar.

Baca Juga: Lebih Murah dari Tulungagung, Segini Harga Tomat di Kota Blitar Hari Ini

“Dahulunya itu ada bus dari arah Kota Blitar yang tergelincir di sungai tersebut sehingga kondisi badan bus tersebut miring di sungai yang berada di sebelah selatan perempatan Bis Nggoling,” ungkap Alfin, seorang pemilik bengkel yang tempatnya di timur perempatan Bis Nggoling.

Karena sulit untuk dievakuasi, bus tersebut dibiarkan cukup lama, sehingga warga terus-menerus melihat pemandangan bus yang tergelincir di sungai tersebut hingga jadilah nama perempatan ini sesuai dengan kondisi pada saat itu. Peristiwa ini selalu diingat oleh orang-orang yang ada di sekitar dengan tergulingnya bus dari arah Blitar tersebut hingga sekarang perempatan ini terkenal dengan nama perempatan Bis Nggoling. "Nggoling" adalah bahasa daerah Kabupaten Tulungagung yang artinya miring atau terbalik.

Nama Bis Nggoling sendiri selain familiar di masyarakat Tulungagung juga sangat akrab dikenal bagi kalangan supir dan kernet kendaraan angkutan umum sebagai aba-aba untuk turunnya penumpang.

Baca Juga: Selisih Tipis dengan Tulungagung, Berikut Update Harga Beras Premium di Kota Blitar Hari Ini

Begitulah sejarah singkat perempatan Bis Nggoling, sebuah nama yang lahir dari peristiwa kecelakaan yang mengubah jalanan biasa menjadi tempat yang dikenang oleh banyak orang.

 

*Mahasiswa UINSATU Tulungagung

Editor : Nasirudin