Premi Lasari

Reporter : -
Premi Lasari
Tiga belas tahun lalu. Saya ambil gambar Ibu Premi Lasari pada Minggu 10 Juni 2012. Di panggung area GOR Kecamatan Pasar Rebo Jaktim. Di Jl. Kalisari III. Pada even Hari Bebas Kendaraan Bermotor

 

Oleh: Dwiki Setiyawan

Baca Juga: Mengenal Tokoh Senopati Pamungkas

Jurnalis Senior, Ketua Bakornas Lapmi 1997-1999, Pemerhati Sosial, Budaya, Ekonomi dan Politik, Pengurus MN Kahmi.

Jakarta, JatimUPdate.id : Tiga belas tahun lalu. Saya ambil gambar Ibu Premi Lasari pada Minggu 10 Juni 2012. Di panggung area GOR Kecamatan Pasar Rebo Jaktim. Di Jl. Kalisari III. Pada even Hari Bebas Kendaraan Bermotor

Tahun 2012 itu, ia menjabat Camat Pasar Rebo Jakarta Timur. Dalam foto, ia tak hanya hadir acara beri sambutan. Basa-basi sebentar lalu pulang. Namun, ikut berbaur dengan masyarakat yang dilayaninya. Piawai pula ia bernyanyi dan berjoget di atas panggung

Tak bermaksud memuji, saya akui, ia tipe pejabat yang langsung turun ke bawah, begitu ada laporan masalah. Ia selesaikan sebelum masalahnya kian membesar dan jadi berlarut-larut

Tak heran setahun kemudian, pada 2013, Premi yang alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri, dinobatkan sebagai Camat Terbaik se-DKI Jakarta. Bukti akan kinerja, dedikasi dan pelayanan tak pilah pilih yang ia berikan

Karier birokrasinya perlahan namun pasti mendaki. Ia dipromosikan ke Kepala Bagian Bina Pemerintahan di Biro Tata Pemerintahan Setda Provinsi DKI Jakarta (2013-2015)

Selanjutnya Kepala Bagian Tata Praja di Biro Tata Pemerintahan Setda Provinsi DKI Jakarta (2015-2016), Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda Provinsi DKI Jakarta (2016-2021), Plt. Asisten Pemerintahan Sekda Provinsi DKI Jakarta (Februari 2020-Januari 2021, dan Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta (Februari 2021-2025)

Di masa kepemimpinam Gubernur Pramono Anung Wibowo saat ini, Premi Lasari, yang Doktor Ilmu Pemerintahan dari IPDN 2023 itu, diberi amanah menjabat Asisten Deputi Bidang Transportasi Pemprov Jakarta

Dengan jabatan strategis yang diemban kini, asa menyelinap: ia mampu membenahi carut marut soal transportasi di Jakarta. Antara lain masalah kemacetan yang mendera warga Jakarta

Ini soal kisah kasih klasik Jakarta di masa lalu, dan kini. Yang semoga terurai, sekurangnya diminimalisir pada masa kini. Pun mendatang

Jakarta, 12 Juni 2025. (red/yh).

Editor : Yuris. T. Hidayat