Seribu Warga Sidoarjo Kumandangkan Tembang Macapat Gagrak 

Reporter : -
Seribu Warga Sidoarjo Kumandangkan Tembang Macapat Gagrak 
Tembang Macapat Gagrak dibacakan warga Sidoarjo

Sidoarjo, JatimUPdate.id - Irama tembang macapatan di SMP 10 November Kabupaten Sidoarjo bergemuruh terdengar memenuhi ruang ruang seluruh lokasi sekolah. Terasa sekali suasana seperti kembali pada era lama, syahdu serta membawa admosfir pedesaan hadir oleh Syair-syair tembang macapat gagrak Sidoarjo ditengah hiruk pikuknya alam Kabupaten Sidoarjo. 

Macapat atau seni budaya sastra yang dimiliki oleh Jawa, merupakan suatu anugerah kekayaan khasanah peninggalan nenek moyang suku Jawa, dimana ada suatu kekasan dari sastra Jawa tersebut. 

Baca Juga: Sidak RTLH di Sedati, Bupati Sidoarjo Pastikan Rumah Warga Segera Diperbaiki

Baik dari irama, susunan kata, ataupun makna makna yang tersirat dalam syair syairnya seperti yang disampaikan oleh pencipta Macapat Gagrak Sidoarjo yaitu Mbah Min (Suwarmin).

Ia mengatakan, gagrak itu adalah ciri atau bentuk ke kasan sebuah karya, yaitu macapat kas Sidoarjo, seperti kota kota lain, halnya Mojokerto ada yang namanya Mojopahitan, terus Macapat Gresikan, Solo dan lain-lain.

"Nah ini adalah bentuk macapat Sidoarjo. Macapat sendiri itu bisa dibilang puisi namun dalam penyajiannya dalam bentuk tembang, ditembangkan lah hehehehe," kata Mbah Min yang merupakan pensiunan Dosen STKW Surabaya itu, Minggu (4/8).

1000 warga semarak menembangkan macapat gagrak Sidoarjo ini dihadiri dari berbagai kalangan, baik siswa siswa, guru SMP, SMK khususnya siswa siswa SMP 10 November dan SMK Antartika juga dihadiri oleh tokoh tokoh seni Sidoarjo, budayawan serta perkumpulan atau paguyuban paguyuban seni budaya se Sidoarjo. 

Tempat kegiatan ini tidak secara kebetulan di adakan di lingkungan sekolah SMP 10 November, namun memang sudah menjadi suatu program dari sekolah tersebut untuk bisa menghidupkan dan mengembangkan warisan nenek moyang ini, yaitu seni budaya Jawa. 

Baca Juga: Aksi Balap Liar Diamankan di Arteri Porong Sidoarjo, Polisi Panggil Orang Tua Pelaku

Kepala Sekolah SMK Ratih Wulan Sari mengatakan, kegiatan ini dilakukan sejak 20 Juli 2024 dengan mengadakan workshop dengan instruktur dari DAKESDA

Ia menambahkan, sebelum puncak dimulai Festival Kesenian Karawitan yang diikuti oleh 15 Paguyuban Seni Kerawitan baik SD maupun SMP di wilayah Kabupaten Sidoarjo

"Disekolah kami, kesenian ini kita jadikan mata pelajaran ektra kurikuler, sudah ada klub karawitannya untuk siswa, dengan tujuan mengasah kecintaan nilai nilai budaya lokal khususnya kesenian Jawa," terangnya.

Ribut Wijoto ketua DAKESDA atau Dewan Kesenian Sidoarjo menjelaskan, bila pelajar SMP dan SMA tidak mengerti, mengenal dan memahami seni budaya Sidoarjo, lima sepuluh tahun kedepan seni budaya Sidoarjo akan gelap.

Baca Juga: Truk Boks Tabrak Dump Truck di By Pass Balongbendo Sidoarjo, Satu Tewas di Lokasi

Sehingga budaya tersebut harus dikenalkan sejak dini, karena 5-10 tahun ke depan mereka yang akan meneruskan. 

"Ya Alhamdulillah temen temen SMP SMA ini antusias, jadi kita kenalkan mereka apa itu macapat, apa itu macapat gagrak Sidoarjo, jadi tidak hanya kita kenalkan namun kita adakan workshop juga," jelas alumnus sastra Unair ini. 

"Siapa lagi kalau bukan kita pemilik warisan seni budaya untuk melestarikan Dan kapan lagi kalau tidak sekarang dan terus dan terus untuk tidak bosan nguri budaya ini." pungkasnya. (Ms)

Editor : Ibrahim