Bukan Kota Jajahan, PPDB Serahkan Kepada Daerah yang Mampu

oleh : -
Bukan Kota Jajahan, PPDB Serahkan Kepada Daerah yang Mampu
AH Thony/Foto:Roy

Jatimupdate.id - Kerap dapat aduan PPDB yang kian memberatkan masyarakat. Pimpinan DPRD Kota Surabaya, AH Thony menekankan agar pelaksanaan tersebut diserahkan kepada daerah.

Terhadap hal itu, politisi Partai Gerindra tersebut, meyakini Kota Surabaya mampu melaksanan PPDB. Sebab punya segudang pengalaman. Kemudian disokong aset yang bisa dibangun SMA/SMK.

Tidak hanya itu, Thony menyebut, Surabaya memiliki satu data terintegrasi, yang bisa mencatat siapa warga yang mampu atau tidak mampu. "Itu (sudah) terpetakan dengan baik, nantinya masyarakat akan mendapatkan layanan yang maksimal." terang Thony.

Dengan demikian, tidak penting lagi berdebat siapa yang berwenang melakukan PPDB. Namun, siapa yang mampu memberikan layanan lebih baik kepada masyarakat.

Walau, dia mengakui cara ini menabrak undang-undang. Tapi Thony mengingatkan, demi masyarakat undang-undang harus kita rubah.

"Karena undang-undang yang kemarin dirubah, dalam rangka untuk meningkatkan pelayanan. Tetapi ketika pelayanan di daerah lebih baik. Saya kira logis (diserahkan ke daerah)." tutur Thony.

Di samping itu, pihaknya siap bersinergi dengan Pemkot untuk meringankan beban masyarakat. Sebab Thony meyakini, Pemkot pastinya akan mengcover siswa SMA/SMK yang belum mampu membayar biaya sekolahnya.

"Soal biaya, kita sebetulnya membantu masyarakat untuk masuk SMA/SMK. TIdak membantu SMA/SMK nya. Kami membantu rakyat Surabaya, supaya ringan bebannya. Kemudian ketidak mampuan itu bisa dibantu oleh pemerintah. Saya pikir itu, jadi bukan bermaksud kita itu intervensi atau merebut." urai Thony.

Thony membeberkan, warga yang datang mengadu, sebagian mengaku sebagai masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Namun mereka enggan dikategorikan  MBR, karena alasan harga diri dan punya semangat ingin sukses.

Maka, sebagai jalan keluar, Thony mengimbau Pemkot memberikan pinjaman untuk mencover biaya pendidikan anak-anak mereka, melalui BPR.

"Bukalah kredit,  mengcover masyarakat yang membutuhkan untuk biaya sekolah. Ini jadi salah satu opsi, salah satu solusi bagi masyarakat yang tidak mampu." ujar Thony.

Sebab, mereka punya kemauan besar untuk melunasi pinjaman tersebut.  "Nah sekarang mereka butuh pinjaman, Pemkot carikan pinjaman, buka kesempatan." imbau Thony.

Untuk pinjaman tersebut, menurutnya tidak hanya pada BPR, ia juga menekankan seluruh Bank di Surabaya memberi peluang.

Hal ini, sebagai bentuk tanggung jawab moral mencerdaskan kehidupan anak bangsa ke depan. "Bukan hanya mencari untung di Surabaya lalu tidak mau peduli dengan masyarakatnya." tegas

"Ini bukan kota jajahan! Yang hanya untuk diserap madunya, hasilnya. Tapi kemudian tidak mencerdaskan rakyatnya. Saya pikir waktunya memikirkan hal itu." demikian ketus Wakil DPRD Surabaya tersebut.