Dampak Video Stunning Sapi BX, PPSDS Jatim Sebut Pemotongan Sapi Berkurang, Ini Kata PD RPH
Surabaya, JatimUPdate.id - Ketua PPSDS Jatim Muthowif memaparkan, pasca viral vidio stunning (pemingsanan) sapi BX (Brahman Croos) akhir September 2024 di PD RPH Pegirian Surabaya, berdampak berkurangnya pemotongan sapi. Sehingga suplai daging ke pasar berkurang serta penertiban CV atau PT suplayer sapi BX ke RPH Surabaya.
Muthowif menjelaskan, hasil investigasi PPSDS Jatim terdapat beberapa kejanggalan, di antaranya PT atau CV yang mempunyai surat rekomendasi dari pihak berwenang sudah memasukan sapi BX di RPH Surabaya.
Baca Juga: Harga Sapi Naik, Ketua PPSDS Jatim Wanti-wanti Gejolak Daging Menular ke Daerah
"Walaupun surat-surat memasukan sapi ke Surabaya (Jawa Timur) belum lengkap, sebagian PT dan CV tersebut ternyata sudah melakukan MoU dengan pihak PD RPH Surabaya," katanya kepada wartawan.
Menurutnya, MoU ini merupakan tindakan kurang kehat-hatian, karena PD RPH Pegirian Surabaya merupakan badan usaha milik daerah (BUMD) pemerintah kota Surabaya.
"Dengan adanya MoU tersebut, kami mendesak kepada Badan Pengawas (Bawas) PD RPH, selaku pengawas internal untuk mengevaluasi kinerja secara keseluruhan manajemen PD RPH, dan hasilnya dipublikasikan ke masyarakat luas." tuturnya.
Selain itu, pihaknya juga meninta kepada DPRD Kota Surabaya mengawasi dan mengevaluasi kinerja manajerial PD RPH, sebagai pihak yang diduga memberikan jasa pemotongan sapi BX di Surabaya.
"Tidak kalah pentingnya, kami mendesak kepada aparat penegak hukum baik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur untuk memeriksa kepada pihak yang telah memberikan ijin memasukan sapi BX ke Surabaya." desak Muthowif
Direktur Utama (Dirut) RPH Surabaya Fajar Arifianto Isnugroho menjelaskan, terjadinya penurunan pemotong sapi tersebut karena terdapat pasokan sapi hidup.
Baca Juga: Sapi Potong Berkurang, Harga Daging Melonjak, PPSDS Jatim Pemerintah Harus Ambil Langkah Strategis
Sehingga berdampak pada berkurangnya jumlah pemotongan. Fajar menyebut untuk harga dagang mengalami kenaikan dari Rp110 ribu per kg, sekarang melonjak Rp125 ribu hingga Rp30 ribu per kg.
"Karena ada pasokan sapi hidup itu memang ada penurunan, berkurang, jadi yang kemudian jumlah pemotongan berkurang, pantauan harga ada peningkatan sedikit dari yang biasanya 110 sekarang 125-130 per kg daging kelas 1," beber Fajar kepada Jatimupdate.id, di kawasan Yos Sudarso.
Fajar menjabarkan, pihaknya berkomitmen dengan dinas peternakan untuk mengatur lalu lintas ternak yang masuk ke Surabaya untuk mensuplai pasokan sapi hidup.
Sebab, masuknya sapi dari luar provinsi harus ada suplay and demans, juga surat DKPP Surabaya, permintaan dari RPH Surabaya dan persetujuan dari dinas peternakan provinsi.
Baca Juga: Pemindahan RPH Harus berdasarkan Efisiensi dan Efektifitas
"Artinya gini, kami sekarang berkomitmen dengan dinas peternakan dinas provinsi untuk mengatur lalu lintas ternak yang masuk ke Surabaya untuk mensuplai pasokan sapi hidup, job desk nya diatur pelaksanaannya, karena masuknya sapi dari luar provinsi harus ada suplay and demans, surat dari DKPP Surabaya, permintaan dari RPH Surabaya, dan dari persetujuan dari dinas peternakan provinsi." urai Fajar.
Fajar menyampaikan, pihaknya hanya sebatas jasa potong saja, sedangkan masuknya sapi tersebut merupakan kewenangan yang diatur oleh dinas peternakan.
"Enggak mengatur saja mas, jadi sempat terjadi emang, semua sapi yang masuk harus ada aturannya, itu dinas peternakan domiannya bukan di RPH, RPH jasa potong saja." demikian Fajar Arifianto Isnugroho. (Roy)
Editor : Yuris. T. Hidayat