Jaka Jatim: Madura Salah Satu Tempat Pencucian Paling Besar Dugaan Korupsi Dana Hibah Pemprov Jatim
Surabaya, JatimUPdate.id - Ketua Jaringan Kawal (Jaka) Jatim Mussfiq menyebut Madura menjadi menjadi salah satu tempat pencucian uang terbesar dugaan kasus suap korupsi dana hibah Pemprov Jatim.
Hal itu disampaikan Musfiq saat demonstrasi menuntut tuntaskan dugaan kasus suap dana hibah Pemprov Jatim di depan Bappeda Jatim, pada Selasa (17/12).
Baca Juga: Fajar Ogah Komentari Demonstrasi Mitra Jagal, Fokus Pelayanan Pemotongan di Pegirian dan TOW
"Memang di Madura ini salah satu tempat pencucian dana hibah paling besar, uang paling besar, ya Sahat (Sahat Tua Simanjuntak) itu muncul kasusnya dari Madura, ya kan." beber Musfiq.
Padahal sebut Musfiq, yang bersangkutan bukan dari dapil Madura, tapi dia menduga praktiknya diperjual belikan ke Madura dana hibah tersebut.
Sehingga kata Musfiq, yang di OTT KPK saat itu diduga salah satu oknum yang memberi suap kepada Sahat.
Baca Juga: Arif Fathoni: DPRD Fasilitasi Dialog Penolakan Relokasi RPH Pegirian
"Sahat itu bukan dari dapil Madura, dipraktikkan dijual belikan ke Madura hibahnya. Jadi yang di OTT itu adalah salah satu oknum yang memberi suap kepada Sahat dan pada waktu itulah uang tersebut diantar ke kantor DPD dan pada waktu itu di OTT oleh KPK" tutur Musfiq.
Musfiq memaparkan, dugaan kasus korupsi dana hibah yang akan dialirkan ke Madura fee nya sebesar 30% hingga 35%.
Baca Juga: Soal Demonstrasi Mitra Jagal, Komisi B: Sudah Dimediasi Berkali-kali
Sayangnya lanjut Muwafiq sudah terendus oleh KPK dan dilakukan OTT.
"Jadi program itu memang mengalirnya ke Madura, seandainya tidak ketangkap maka program Sahat wakil pimpinan (DPRD Jatim) pada saat itu mengalir ke Madura dengan Ijon atau fee sebesar ee 30 sampai 35% dari anggaran yang ditetapkan, kan begitu." demikian Musfiq. (Roy)
Editor : Yuris. T. Hidayat