PAN Optimistis Raih Tiga Besar di Pemilu 2029, Targetkan 70 Kursi DPR
Surabaya, JatimUPdatemid – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan (Zulhas), memasang target ambisius untuk Pemilu 2029.
Dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) kader PAN yang berlangsung di Shangri-La Hotel Surabaya, Kamis (19/12/2024), Zulhas menegaskan tekadnya membawa PAN masuk jajaran tiga besar dengan target minimal 70 kursi di DPR.
Baca Juga: Jawa Timur Deklarasikan Gerakan Bersih Narkoba, Mendes PDT Ajak Awasi Desa Dari Peredaran Narkoba
“Pemilu 2024 kita berhasil menambah empat kursi menjadi 48. Ini capaian besar. Alhamdulillah,” kata Zulhas. “Namun, kita tidak boleh berpuas diri. Ke depan, kerja keras dan kolaborasi semua kader adalah kunci untuk mencapai 70 kursi di Pemilu 2029,” tegasnya.
Acara Bimtek kali ini mengusung tema TerdePAN Mewujudkan Kedaulatan Pangan, sebuah bentuk komitmen PAN dalam mendukung swasembada pangan.
Ketua Panitia, Futri Zulya Savitri, yang juga anggota DPR RI, menyampaikan bahwa tema ini bertujuan menyatukan visi seluruh kader di seluruh Indonesia.
“Dengan tema ini, kami ingin memastikan seluruh kader PAN siap mendukung program pemerintah, khususnya swasembada pangan, di daerah masing-masing,” jelas Futri.
Ia optimistis, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan koordinasi Menko Pangan Zulkifli Hasan, swasembada pangan dapat tercapai.
Target Swasembada Pangan Dipercepat ke 2027
Dalam forum tersebut, Zulhas mengungkapkan arahan Presiden Prabowo untuk mempercepat target swasembada pangan dari tahun 2028 ke 2027. Arahan itu, kata Zulhas, diumumkan dalam forum APEC di Peru.
“Awalnya targetnya tahun 2028, tapi di APEC, Pak Presiden meminta target dipercepat menjadi 2027. Ini tantangan besar, tapi kita optimistis bisa mencapainya,” ungkap Zulhas.
Baca Juga: Menjahit Teori dan Realitas: Sebuah Refleksi Pendidikan Kewirausahaan
Menurut Zulhas, Indonesia dapat berhenti mengimpor beberapa komoditas seperti beras, gula, jagung, dan garam pada tahun 2025. Ia pun mengaku telah menemui petani tebu di Jawa Timur yang menyambut positif kenaikan harga tebu.
Desa Tematik untuk Wujudkan Kedaulatan Pangan
Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyerukan pentingnya sinergi antara anggota DPRD PAN dengan masyarakat desa dalam mewujudkan program desa tematik. Program ini dirancang untuk mendukung target swasembada pangan melalui pengoptimalan potensi desa.
“Desa tematik ini misalnya desa cabai, desa ikan nila, atau desa tomat. Konsep ini bertujuan mendukung ketahanan pangan dan program makan bergizi gratis,” jelas Yandri.
Ia juga menyoroti potensi besar dari dana desa sebesar Rp 71 triliun, di mana Rp 16 triliun dialokasikan untuk ketahanan pangan. Dana tersebut akan dimaksimalkan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Baca Juga: Zulhas Jadi Keynote Speaker, LHKP PWM Jatim Tegaskan Politik Kebangsaan sebagai Kontrol Demokrasi
Langkah Strategis Menuju Pemilu 2029
Acara Bimtek di Surabaya ini dihadiri sejumlah tokoh penting, seperti Ketua PW Muhammadiyah Jatim Dr. dr. Sukadiono, tokoh PWNU Jatim Dr. Kacung Maridjan, dan Pengasuh Ponpes Sidogiri. Beberapa menteri dari PAN, termasuk Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri Perdagangan Budi Santoso, juga turut hadir.
Bimtek ini menjadi langkah awal PAN untuk menyiapkan strategi besar menuju Pemilu 2029. Dengan dukungan penuh dari kader, tokoh nasional, dan pejabat pemerintahan, PAN optimistis target besar itu dapat diraih.
“Jika kita bersatu dan terus bekerja keras, mimpi PAN masuk tiga besar di Pemilu 2029 bukanlah hal yang mustahil,” demikian Zulkifli Hasan. (Yh)
Editor : Ibrahim