Komisi D Minta Wisata Taman Bungkul Dikembangkan Lebih Optimal, Stand PKL Direnovasi 

Reporter : -
Komisi D Minta Wisata Taman Bungkul Dikembangkan Lebih Optimal, Stand PKL Direnovasi 
William Wirakusuma, dok pribadi for jatimupdate.id

Surabaya, JatimUPdate.id - Anggota Komisi D DPRD Surabaya William Wirakusuma menekanakan, wisata Taman Bungkul harus ditata lebih rapi agar menjadi destinasi wisata religi yang lebih nyaman bagi peziarah. 

William menyampaikan, meskipun Taman Bungkul sudah ramai dikunjungi pasca serangan pandemi Covid-19, tetapi punya potensi untuk kembangkan lebih optimal.

Baca Juga: Temuan Kasus Perundungan, Komisi D DPRD Surabaya Evaluasi Implementasi Perlindungan Anak

"Taman bungkul ini sekarang meskipun sudah ramai itu kita lihat masih ada potensi lagi untuk menjadi tempat wisata religi yang benar-benar bagus, jadi kalau misalnya kita tata lagi itu akan menjadi tempat wisata religi yang lebih nyaman untuk para pesiarah." tutur William, usai sidak ke Taman Bungkul Rabu (15/1).

Maka dari itu, legislator PSI itu mendorong bagian dalam makam di Taman Bungkul harus dibersihkan, seperti di destinasi wisata religi Ampel.

Baca Juga: Peserta JKN Dinonaktifkan DPRD Surabaya Minta Peringatan Dini dan Reaktivasi Cepat

"Jadi di dalam kawasan makam, nanti kita lihat masih masih kotor kalau menurut saya, jadi perlu dibersihkan yang rapi gitu, paling tidak seperti yang di Ampel gitu, jadi bisa benar-benar rapi dan bersih.

Selain itu, dia juga mendorong stand PKL yang sudah lama berdiri harus direnovasi, diperbaharui agar tampak lebih modern.

Baca Juga: Malik Dorong Penguatan Sosialisasi dan Mekanisme Reaktivasi BPJS PBI di Surabaya

Sebab, tambah William saat masyarakat ke Taman Bungkul tidak hanya untuk berziarah, namun bisa menikmati beberapa makanan tradisional.

"Jadi di kawasan dalam makam itu perlu dibersihkan, jada beberapa bedding-bedding yang harus dibersihkan. Kemudian untuk PKL-nya itu kan sudah lama sekali dibangun. Itu lebih baik kalau misalnya diperbarui lagi, direnovasi, diperbarui, dibuat lebih modern." demikian William Wirakuswara. (Roy)

Editor : Miftahul Rachman