Surabaya, JatimUPdate.id - Camat Asemrowo dan organisasi masyarakat (Ormas) Barisan Nasional Pemuda Madura (BNPM) akhirnya damai setelah dilakukan mediasi.
Kesepakatan damai antara Camat Asemrowo, Khusnul Amin dan Ketua BNPM Surabaya, Muhammad Rosuli, dilakukan di kantor Kecamatan Asemrowo.
Baca juga: Pengamat Ingatkan Pemkot: Abai Situs Sejarah Lemahkan Identitas Kota Pahlawan
Rosuli saat dikonfirmasi membenarkan jika sudah islah atau damai dengan Camat Asemrowo.
"Iya semalam," kata Rosuli, Jumat (31/1).
Rosuli juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya karena telah memfasilitasi mediasi, dan meminta maaf atas adanya kegaduhan yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.
“Adanya pertemuan malam ini, dan dimediasi secara langsung oleh Kasatpol PP, Pak Fikser, sangat memberikan kebahagiaan tersendiri bagi kami. Karena proses malam ini kami bertemu dalam kapasitas mencari solusi yang terbaik,” kata Rosuli.
Baca juga: Disorot Presiden AMI Tantang Pemkot Surabaya Klarifikasi Status Rumah Radio Bung Tomo
Camat Asemrowo, Khusnul Amin menegaskan kembali, video viral yang menarasikan dirinya menyembunyikan wanita di bawah meja kerjanya itu tidak benar.
Menurutnya, hal itu dilakukan oleh oknum tidak bertanggungjawab yang mengatasnamakan sebagai anggota BNPM.
"Saya terima permohonan maaf dari Mas Rosuli, saya sama-sama saling memaafkan lah, apalagi sebentar lagi memasuki bulan ramadan,” kata Khusnul.
Baca juga: Anggaran Rp191 Miliar, Pemkot Surabaya Koordinasikan Beasiswa Pemuda Tangguh
Kasatpol PP Surabaya, M. Fikser menambahkan, tujuan mediasi ini adalah untuk menyelesaikan permasalahan yang sebelumnya sempat membuat gaduh warga Surabaya. Selain itu, adanya mediasi ini juga untuk membangun rasa guyub rukun dan kebersamaan di Kota Surabaya.
“Hal ini sejalan dengan harapan Pak Wali Kota (Eri Cahyadi), jika ada suatu permasalahan, harus diselesaikan secara baik-baik, di situlah peran pemerintah kota. Karena Pak Wali itu ingin, kota ini dibangun dengan rasa guyub rukun dan kebersamaan,” pungkasnya.
Editor : Miftahul Rachman