Kontes Pusaka Batu Nusantara: Merawat Warisan Leluhur, Menggerakkan Ekonomi Lokal

Reporter : Ibrahim
Kontes batu pusaka Nusantara

Surabaya, JatimUPdate.id – Sentra Wisata Kuliner (SWK) Indrapura kini bukan hanya sekadar tempat berburu kuliner. Setiap Rabu dan Sabtu, kawasan ini berubah menjadi ajang pertemuan para pecinta pusaka dan batu akik dari berbagai daerah.

Kontes Pusaka Batu Nusantara, yang digagas oleh Persatuan Pusaka Batu Nusantara (PPBN), bukan sekadar ajang unjuk koleksi, tetapi juga ruang silaturahmi serta upaya pelestarian budaya dan peninggalan leluhur.

Baca juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus

Ketua PPBN, Tubagus Sunyoto Saputro atau Gus Sunyoto, menjelaskan komunitas ini lahir dari semangat untuk menjaga dan menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah yang terkandung dalam pusaka dan batu akik.

"Kita menguri-uri atau mengingat sejarah leluhur melalui pusaka dan batu. Ini bukan sekadar koleksi atau benda mati, tapi ada nilai budaya, filosofi, dan sejarah di dalamnya. Dari batu cincin, akik, hingga keris, semua punya cerita yang terhubung dengan perjalanan leluhur kita," katanya, Rabu (12/2).

Ia menyampaikan, kontes ini juga menjadi ruang bagi para pedagang dan pelapak yang selama ini bergelut dalam dunia pusaka dan batu bertuah. 

Dengan adanya acara ini, mereka mendapatkan wadah untuk berinteraksi, berdagang, serta memperkenalkan koleksi mereka kepada komunitas yang lebih luas.

"Kontes ini bukan untuk ajang pamer kekuatan atau siapa yang lebih sakti. Ini murni untuk merukunkan kita semua, membangkitkan kembali gairah pecinta batu dan pusaka, serta membantu ekonomi pedagang yang sempat lesu. Saya ingin PPBN ini bisa menjadi wadah bagi mereka yang ingin menjaga warisan leluhur," tambah Gus Sunyoto.

Dari Jakarta Hingga Jawa Tengah, Semua Bertemu di SWK

Keunikan acara ini tak hanya terletak pada koleksi yang dipamerkan, tetapi juga keberagaman peserta yang hadir. Dari Jakarta, Madura, Mojokerto, hingga Jawa Tengah.

Baca juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi

Ia menyebut, para pecinta batu dan pusaka itu berkumpul di SWK Indrapura. Mereka datang bukan hanya untuk berpartisipasi, tetapi juga berbagi ilmu, bertukar pengalaman, hingga memperluas jaringan.

"Di sini kita bertemu karena satu kesamaan: kecintaan pada pusaka dan batu bertuah. Dari koleksi yang kita miliki, kita bisa mengenal sejarah, budaya, bahkan filosofi hidup yang diwariskan oleh leluhur kita," kata salah satu peserta.

Tak hanya menarik para kolektor dan pecinta batu, kehadiran acara ini juga memberikan dampak positif bagi pedagang kecil di sekitar SWK. Seiring dengan meningkatnya jumlah pengunjung, warung-warung kopi dan pedagang makanan di kawasan ini pun merasakan manfaatnya.

Dukungan DPRD Surabaya Budaya dan Ekonomi Harus Sejalan

Geliat positif dari Kontes Pusaka Batu Nusantara juga mendapatkan perhatian dari anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono atau yang akrab disapa Buleks. 

Baca juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya sekadar mempertahankan budaya, tetapi juga memiliki dampak langsung pada perekonomian lokal, khususnya para pelaku UMKM.

"Kondisi SWK itu beragam, ada yang ramai, ada yang sepi. Dengan adanya acara seperti ini, tentu perekonomian di sekitar bisa ikut bergerak. Para pedagang senang, UMKM terbantu," ujarnya.

Buleks juga menilai kontes ini memiliki daya tarik tersendiri, terutama bagi masyarakat yang memiliki minat pada batu akik dan pusaka.

"Ini kegiatan yang unik, dan saya harap warga Surabaya yang suka batu akik atau pusaka bisa datang. Tidak hanya melihat koleksi, tapi juga ikut merasakan atmosfer budaya yang ada di sini. Dan yang paling penting, jangan lupa jajan di SWK. Karena kalau ekonomi lokal bergerak, semua akan merasakan manfaatnya," demikian Budi Leksono. (Roy)

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru