Jakarta, JatimUPdate.id - Insiden tragis terjadi di Universitas Kristen Indonesia (UKI) setelah seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) berinisial KW (22) ditemukan tewas di area parkir motor kampus pada Sabtu, 4 Maret 2025, sekitar pukul 20.00 WIB. Korban diduga menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa dari fakultas lain.
Menurut keterangan saksi, sebelum ditemukan tak bernyawa, korban sempat terlihat di sekitar area kampus. Beberapa saksi juga menyebut adanya keributan di lokasi sebelum korban ditemukan tidak sadarkan diri. Kejadian ini langsung dilaporkan ke pihak kepolisian, sementara jenazah korban dibawa ke rumah sakit untuk diautopsi guna memastikan penyebab kematian.
Baca juga: Hetifah Sjaifudian Dorong Regulasi Ketat Usai Pemblokiran Grok
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden ini dan menegaskan bahwa keamanan kampus harus menjadi prioritas utama.
"Kekerasan tidak boleh terjadi di kampus. Kampus harus menjadi tempat yang aman dan kondusif untuk belajar dan berkembang," ujar Hetifah di Jakarta, Rabu (12/03/2025).
Hetifah juga mendesak pihak UKI untuk segera mengevaluasi sistem keamanan di kampus guna mencegah kejadian serupa terulang. Ia menyoroti pentingnya peningkatan sistem pengawasan, termasuk pengaktifan kembali satuan pengamanan yang lebih responsif dan pemasangan kamera pengawas di titik-titik rawan.
Baca juga: Hetifah Tekankan Peran Kampus dan BRIN Dalam Pemulihan Pascabencana
Selain itu, Hetifah mengingatkan bahwa kampus wajib mematuhi Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi. "Kampus harus memastikan adanya mekanisme pelaporan yang aman dan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK) agar mahasiswa merasa terlindungi," tambahnya.
Di sisi lain, Hetifah menilai bahwa pembinaan karakter mahasiswa juga perlu diperkuat agar lingkungan akademik tetap kondusif. Ia mendorong UKI untuk mengembangkan program yang menanamkan nilai-nilai disiplin, toleransi, dan anti-kekerasan agar mahasiswa dapat menjunjung tinggi etika dalam kehidupan kampus.
Baca juga: DPR Tegaskan Revisi UU Sisdiknas Masih Tahap Awal
Saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif dan pelaku di balik kasus ini. Beberapa saksi dan teman korban telah dimintai keterangan guna memperkuat investigasi. Aparat juga tengah menganalisis rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk mengumpulkan bukti lebih lanjut.
Tragedi ini menjadi peringatan serius bagi dunia pendidikan tinggi agar segera meningkatkan sistem keamanan dan pencegahan kekerasan di lingkungan kampus. Keamanan dan keselamatan mahasiswa harus menjadi prioritas utama agar kampus benar-benar menjadi tempat yang nyaman untuk menuntut ilmu (*).
Editor : Redaksi