Jakarta, JatimUPdate.id – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap sektor pertanian dan perikanan dalam negeri dengan menggelar aksi berbagi 1.000 paket sayuran dan 300 paket ikan asin di sekitar kantor DPTP PKS, Jakarta Selatan, Rabu (19/3/2025). Kegiatan ini menjadi simbol dukungan PKS terhadap ketahanan pangan nasional dengan mendorong konsumsi produk lokal.
Ketua DPP PKS Bidang Tani dan Nelayan, Riyono Caping, menekankan bahwa ketergantungan terhadap impor harus dikurangi demi meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan Indonesia. Ia mengajak masyarakat untuk lebih memilih hasil pertanian dan perikanan lokal yang lebih sehat dan segar.
Baca juga: Reni Astuti Dorong Masyarakat Aktif Jaga Demokrasi dan Kesatuan Bangsa
"Dengan mengonsumsi pangan lokal, kita tidak hanya membantu petani dan nelayan, tetapi juga memperkuat kedaulatan pangan nasional," ujar Riyono.
Presiden PKS Ahmad Syaikhu yang turut serta dalam aksi ini menambahkan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi utama kesejahteraan bangsa. Menurutnya, dukungan terhadap sektor pertanian dan perikanan harus diperkuat agar Indonesia tidak terus bergantung pada impor bahan pangan.
Baca juga: Pemagaran Laut di Tangerang Disorot, DPR Minta Pemerintah Tegas Lindungi Nelayan
"Jika kita bisa mengoptimalkan hasil pertanian dan perikanan sendiri, maka ketahanan pangan nasional akan semakin kuat. PKS berkomitmen untuk terus mendorong kebijakan yang berpihak kepada petani dan nelayan," kata Syaikhu.
Aksi berbagi ini disambut baik oleh masyarakat yang menerima paket sayur dan ikan asin. Mereka mengapresiasi langkah PKS yang tak hanya memberikan bantuan, tetapi juga mengkampanyekan pentingnya mengonsumsi produk lokal.
Baca juga: Riyono: Reog Ponorogo Simbol Kekuatan Jiwa dan Raga
PKS berjanji untuk terus memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada sektor pertanian dan perikanan, termasuk akses lebih mudah terhadap pupuk dan alat tangkap, serta perlindungan harga hasil panen. Dengan langkah ini, diharapkan kesejahteraan petani dan nelayan dapat meningkat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional (*).
Editor : Redaksi