Bondowoso, JatimUPdate.id – Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bondowoso terus berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Baca juga: Separuh Badan Jalan Ambrol, Jembatan Sentong Ditutup Total; Perbaikan Diperkirakan 8 Bulan
Lazisnu menyalurkan bantuan ternak kambing melalui program "Kambing Bergulir" sebagai modal usaha produktif bagi warga kurang mampu.
Selain itu, di bulan suci Ramadan, Lazisnu juga menyalurkan mushaf Al-Qur’an dan santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial.
Memberdayakan Warga dengan Skema Bergulir
Ketua Lazisnu PCNU Bondowoso, Andiono Putra, menjelaskan bahwa program Kambing Bergulir merupakan bagian dari inisiatif Lazisnu PWNU Jawa Timur yang bertujuan membantu masyarakat agar lebih mandiri secara ekonomi.
"Pada tahap pertama, bantuan disalurkan ke Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Curahdami. Lima penerima manfaat mendapatkan masing-masing dua ekor kambing, satu jantan dan satu betina, agar bisa berkembang biak," ujar Andiono, Sabtu (29/3/2025).
Program ini dirancang agar manfaatnya terus berlanjut. Setiap penerima akan merawat kambing hingga berkembang biak.
Anak kambing yang lahir hingga generasi ketiga menjadi hak penerima awal. Setelah itu, indukan akan digulirkan kepada penerima baru dengan sistem yang sama.
"Dengan skema ini, kami ingin membangun kemandirian ekonomi bagi para mustahik (penerima zakat). Harapannya, mereka tidak lagi bergantung pada bantuan, tetapi justru menjadi donatur di masa depan," jelas Andiono.
Bantuan untuk Pendidikan dan Ibadah
Selain mendukung kemandirian ekonomi, Lazisnu Bondowoso juga aktif dalam bidang pendidikan dan ibadah.
Bantuan berupa mushaf Al-Qur'an diberikan kepada anak-anak yang belajar mengaji di madrasah maupun surau-surau.
Santunan juga diberikan kepada anak yatim, serta dukungan bagi pembangunan mushalla dan madrasah swasta, di antaranya Mushalla Darus Salam di Desa Randu Cangkring, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso.
"Kami ingin keberadaan NU benar-benar dirasakan manfaatnya, tidak hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga dalam kehidupan keagamaan masyarakat," kata Andiono.
Tanggap Bencana, Hadir di Saat Warga Membutuhkan
Selain program pemberdayaan, Lazisnu Bondowoso juga sigap dalam merespons bencana.
Ketika banjir bandang melanda Desa Pakisan, Kecamatan Tlogosari, serta Desa Gunungsari, Kecamatan Maesan, dan Desa Wonoboyo, Kecamatan Klabang, Lazisnu segera turun tangan memberikan bantuan kepada warga terdampak.
Baca juga: BREAKINGNEWS: Jembatan Sukowiryo di Jalan Mastrip Bondowoso Ambrol Satu Sisi, Akses Dibatasi Ketat
"Kami memastikan Lazisnu selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat mereka menghadapi musibah," ujar Andiono.
Gerakan Zakat dan Transparansi Dana
Untuk memastikan keberlanjutan program, Lazisnu Bondowoso mengajak generasi muda NU di tingkat ranting (desa) dan MWCNU (kecamatan) untuk aktif dalam penggalangan dana zakat dan sedekah.
"Kami ingin membangun kepercayaan warga NU agar mereka yakin dan nyaman menyalurkan zakat serta sedekah melalui Lazisnu. Oleh karena itu, kami selalu memberikan laporan berkala mengenai dana yang terkumpul dan penggunaannya, terutama melalui media sosial," tambahnya.
Melalui berbagai inisiatifnya, Lazisnu PCNU Bondowoso terus berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat.
Upaya ini sejalan dengan semangat Nahdlatul Ulama dalam membangun kemandirian umat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian antar sesama. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat