Dua Santri Diselamatkan WNA dari Ganasnya Ombak Pantai Balekambang.

Reporter : Fajar Fuadi
Foto dari tangkapan Video pengguna Medsos X.

 

Malang Jatimupdate.id : Dua santri dari Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, berhasil diselamatkan dari ancaman ombak di Pantai Balekambang, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, pada Rabu (9/4/2025).

Baca juga: Resmi, Setiap Jumat Kabupaten Malang Terapkan WFH untuk ASN

Aksi heroik ini dilakukan oleh seorang warga negara asing (WNA) asal Jerman bernama Helena Lindner bersama seorang pemandu wisata lokal, Rio Candra Hidayat.

Peristiwa bermula sekitar pukul 12.45 WIB ketika rombongan tujuh santri tiba di Pantai Balekambang menggunakan kendaraan pribadi dari Kota Batu.

Enam di antaranya memutuskan untuk berenang di area pantai, sementara satu lainnya tetap di tepi.

Tak disangka, ombak besar tiba-tiba datang dan menyeret lima santri ke tengah laut.

Helena Lindner, yang sedang berwisata di pantai tersebut, bersama Rio Candra Hidayat segera bertindak cepat setelah melihat para santri tergulung ombak.

Dengan sigap, mereka terjun ke laut dan berhasil menyelamatkan dua santri, Andi Khoirul Raffi (16) dan Kayy Yugo (15), keduanya warga Sidoarjo.

Baca juga: Optimalkan Program Makan Bergizi Gratis, Bupati Malang Siapkan Call Center 24 Jam 

Keduanya kemudian dievakuasi ke daratan dan mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Bantur.

Dikutip dari Kompas.com, Kapolsek Bantur, AKP Totok Suprapto, mengapresiasi aksi cepat Helena dan Rio.

"Alhamdulillah, dua santri berhasil diselamatkan dan kini dalam kondisi stabil. Kami sangat berterima kasih atas keberanian mereka," ujarnya.

Sayangnya, 2 santri lainnya, Lutfi Munawar (15), dan Fahmi Sirilah (15), masih belum ditemukan hingga Jumat 11 April 2025,  1 santri atas nama (15), Yasir Arafat Inninawa telah ditemukan Jumat pagi hari ini dalam keadaan meninggal dunia.

Baca juga: Sengketa Wisata Tumpak Sewu dan Coban Sewu: Ketegangan Antarwilayah Mencari Titik Terang

Tim SAR gabungan dari Polsek Bantur, TNI, Basarnas, dan relawan setempat terus melakukan pencarian intensif, baik melalui penyisiran darat maupun patroli laut.

Kejadian ini menjadi pengingat akan bahaya berenang di area palung laut yang dikenal memiliki arus kuat. (ff/yh)

Pihak kepolisian mengimbau pengunjung untuk selalu berhati-hati dan mengikuti petunjuk keselamatan saat berwisata di pantai selatan.

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru