Surabaya,JatimUPdate.id – Ketua Aliansi Wartawan Surabaya (AWS), Kiki Kurniawan, menyoroti rencana pembentukan Kabinet Surabaya Berkah yang diwacanakan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Kiki menganggap arah kebijakan tersebut rawan jadi panggung politik sempit jika tidak dikelola secara inklusif.
Baca juga: Kolaborasi Sandiaga & Eri di Ruang Tumbuh Bisnis Akademi, Hadirkan Pengusaha Sukses Berkualitas
“Ini panggung politik atau ruang publik? Kalau disebut kabinet, maka seharusnya menjadi representasi semua partai politik, bukan cuma ruang eksklusif bagi partai penguasa,” kata Kiki, Minggu (20/4).
Kiki mengakui, Surabaya sebagai kota besar tidak bisa dibangun dengan satu ideologi partai. Kehadiran berbagai kekuatan politik menjadi kekayaan dalam proses penyusunan kabinet, bukan hanya formalitas.
Kiki menekankan publik tak butuh kabinet yang hanya cantik secara narasi, tapi kosong secara partisipasi.
“Kabinet ini jangan sampai berubah jadi alat transaksi politik. Jangan biarkan rakyat cuma jadi penonton di tengah pesta bagi-bagi kursi,” katanya
Baca juga: Anak Pejabat Nikmati Beasiswa Pemuda Tangguh, Imam NasDem Tantang Eri Cahyadi Blak-blakan
Menurutnya, sudah saatnya semua partai bersaing secara sehat dalam menawarkan kader terbaik mereka untuk mengisi ruang-ruang strategis di pemerintahan kota.
Ia bahkan menyebut, jika partai tidak siap dengan kader berkualitas, lebih baik tidak usah ikut berebut posisi.
“Jangan sampai kabinet ini cuma jadi tempat parkir untuk politisi gagal nyaleg,” sindirnya.
Baca juga: Ada Apa dengan Cak Eri & Cak Armuji? Satu Partai, Dua Nada, Se-Suroboyo Bingung: “Yok opo iki rek?”
Maka dari itu, Kiki mengingatkan Wali Kota agar tidak terjebak dalam politik akomodasi yang setengah hati.
“Kalau memang ini kabinet milik bersama, maka harus dibuka selebar-lebarnya. Kalau tidak, lebih baik jangan pakai istilah ‘kabinet’,” demikian Kiki Kurniawan. (Roy)
Editor : Yuris. T. Hidayat