Lumajang, JatimUPdate.id, – Arah pembangunan nasional berubah drastis di era Presiden Prabowo Subianto. Jika dulu gencar membangun jalan tol dan bandara, kini pemerintah memilih desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Baca juga: Owner PR. Cahaya Pro: Tidak Ada Pengusaha yang Mau Melawan Negara!
“Presiden Prabowo menggeser prioritas pembangunan dari infrastruktur ke masyarakat desa,” tegas Penasihat Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Prof Zainuddin Maliki, dalam Konferensi Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur di Pendopo Lumajang, Sabtu (10/5/2025).
Menurutnya, desa kini bukan lagi objek pembangunan, tapi subjek utama yang akan menggerakkan ekonomi nasional.
Zainuddin menyebut Asta Cita keenam Presiden Prabowo menekankan pembangunan dari bawah untuk pemerataan dan pengentasan kemiskinan.
Beban Berat Menteri Desa
Lebih jauh, guru besar ilmu sosial itu menegaskan, Menteri Desa kini memikul tanggung jawab besar. "Berbeda dengan sebelumnya, Menteri Desa sekarang jadi kunci sukses atau gagalnya visi Presiden," ungkap Zainuddin, yang juga Ketua KB PII Jatim.
Sebagai langkah konkret, pemerintah telah menerbitkan Inpres No. 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes).
Baca juga: Pastikan Kelancaran Transaksi 2026, BNI Wilayah 18 Malang Siagakan Layanan Operasional Terbatas
Targetnya ambisius, yakni 80 ribu Kopdes terbentuk pada Juni dan mulai beroperasi penuh September mendatang.
“Legacy pemerintahan sekarang bukan lagi bangunan fisik, tapi desa sebagai destinasi utama investasi,” kata mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya itu.
Meniru China, Mengincar Halaman Depan Asia
Zainuddin mengingatkan, keberhasilan China bangkit sebagai kekuatan ekonomi dunia dimulai dari reformasi pro-petani oleh Deng Xiaoping.
Baca juga: Bareng Pak Ribut Guru Viral, Tim BPBD Jatim Berikan Edukasi Kebencanaan di SDN 01 Pagowan Lumajang
Pemerintah China bahkan menghapus pajak desa hingga 100 miliar dolar AS demi memajukan pertanian dan layanan publik.
“Dari kebijakan desa itu, China muncul sebagai pilar baru Asia, bahkan berani menantang tarif perang dagang Amerika Serikat,” ujar Zainuddin.
Ia meyakini, dengan tata kelola transparan dan akuntabel, Kopdes Merah Putih bisa memicu gelombang investasi yang mengubah wajah ribuan desa di Indonesia.
“Kalau ini berhasil, Indonesia bisa menyusul China, menjadi kekuatan baru di halaman depan Asia,” tandasnya optimistis. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat