Surabaya, jatimupdate.id – Rencana Pemkot Surabaya menyiarkan secara langsung proses seleksi calon Sekretaris Daerah (Sekda) lewat kanal YouTube resmi, menuai sorotan dari DPRD.
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menilai langkah itu memang terkesan transparan, tapi mengingatkan agar tidak berhenti di tampilan luar saja.
Baca juga: ARKI Minta Kos Harian Tetap Diizinkan, Tapi Difungsikan Secara Baik dan Bermoral
“Kami apresiasi proses ini dibuka ke publik. Tapi yang lebih penting adalah memastikan seleksinya objektif dan bebas dari intervensi politik,” kata Yona, yang akrab disapa Cak Yebe, Selasa (3/6).
Menurut politisi Gerindra itu, jabatan Sekda bukanlah posisi politis. Ia menegaskan, posisi ini strategis karena menjadi motor penggerak birokrasi dan penghubung langsung kepala daerah dengan seluruh perangkat dinas.
“Ini jabatan teknokratis, bukan ajang bagi-bagi jabatan atau balas budi politik. Harus profesional, berintegritas, dan punya rekam jejak yang kuat,” tegasnya.
Baca juga: Pengusaha Sebut Lebih Mudah Kelola Kos Campur
Cak Yebe juga meminta proses seleksi tidak hanya formalitas. Ia mendorong pelibatan lembaga pengawasan independen demi menjaga kredibilitas dari awal sampai akhir tahapan.
“Komisi A akan mengawal ketat proses ini. Kami ingin Sekda yang benar-benar bisa menjaga netralitas ASN dan mendorong reformasi birokrasi,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan tantangan birokrasi Surabaya ke depan tidak ringan termasuk digitalisasi layanan publik dan penguatan kolaborasi lintas sektor.
Baca juga: ARKI Minta Kejelasan Perda Hunian Layak, Komisi A Sebut Salah Kutip Media
“Jangan hanya cari yang aman secara politik. Yang dibutuhkan Surabaya adalah Sekda yang visioner dan berani melakukan perubahan,” pungkasnya.
Sebelumnya, BKPSDM Kota Surabaya telah mengumumkan seluruh tahapan seleksi Sekda akan disiarkan secara langsung. Langkah ini diklaim sebagai bentuk transparansi dan ruang kontrol publik terhadap proses seleksi. (roy)
Editor : Miftahul Rachman