SE Bupati Bondowoso Dorong Kurban Bebas Plastik, UMKM Besek Panen Rezeki

Reporter : M Aris Effendi
Seorang ibu sedang menganyam besek yang kini mendapat tempat untuk digunakan sebagai tempat daging qurban di Bondowoso.

 

Bondowoso, JatimUPdate.id,- Imbauan Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid agar pelaksanaan Idul Adha bebas sampah plastik membawa berkah tersendiri bagi pelaku usaha kecil. Salah satunya dirasakan Musripah, perajin besek tape dari Desa Andungsari, Kecamatan Pakem.

Baca juga: KAUJE Korda Surabaya Membagikan Daging Korban Untuk Warga Yang Membutuhkan

Menjelang Iduladha 1446 Hijriah, harga besek tape, wadah bambu yang digunakan sebagai pengganti kantong plastik, melonjak tajam. Dari yang sebelumnya dijual Rp91 ribu hingga Rp100 ribu per 100 besek, kini melonjak menjadi Rp140 ribu. Kenaikan ini terjadi seiring meningkatnya permintaan pasar.

“Biasanya paling mahal Rp120 ribu, sekarang bisa sampai Rp140 ribu per 100 besek. Alhamdulillah, ini rezeki buat kami,” ujar Musripah, Kamis (5/6/2025).

Ia berharap tren penggunaan besek tak hanya berlangsung saat hari raya kurban saja, melainkan menjadi kebiasaan masyarakat dalam keseharian.

Selain lebih ramah lingkungan, limbah besek bambu juga mudah terurai dan tidak mencemari tanah maupun air.

Besek tape buatan Musripah menggunakan bambu jenis Keles, yang dikenal lebih bersih dan cerah dibanding bambu Petung.

Baca juga: Dari Kurban ke Sembako: Ponpes Al Ishlah Bondowoso Tutup Idul Adha dengan Cinta Sosial

Dalam proses produksinya, satu selonjor bambu bisa menghasilkan sekitar 120 besek, namun pengerjaannya memerlukan waktu hingga satu minggu.

Desa Andungsari sendiri dikenal sebagai sentra kerajinan bambu. Kepala Desa Andungsari, Mulyono, menyebut sekitar 60 persen dari total 1.500 kepala keluarga di desanya merupakan perajin bambu.

Dari jumlah itu, 42 persen fokus pada produksi besek tape, sementara sisanya membuat kerajinan lain seperti birnyit atau wadah ikan pindang.

Baca juga: DPD Laskar Sasak Lombok Tengah Lakukan Penyemblihan Hewan Kurban Idul Adha 1446 H

“Kami berharap penggunaan besek jadi budaya. Kalau setiap hari orang pakai besek, bukan hanya lingkungan yang selamat, tapi ekonomi warga juga tumbuh,” terang Mulyono.

Penerapan Idul Adha bebas plastik di Bondowoso tak hanya memberi dampak lingkungan positif, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi mikro.

Surat Edaran Bupati terbukti jadi angin segar bagi pelaku UMKM, khususnya perajin tradisional yang selama ini bertahan di tengah gempuran produk sekali pakai berbahan plastik. (ries/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru