Tim Sygma Research Temukan Ex Kantor Koperasi Era Hindia Belanda Di Malang, Koperasi Tumapel

Reporter : Deki Umamun Rois
Tim Sygma Research and Consulting menemukan bekas kantor Koperasi Tumapel yang berdiri pada 1932, bekas kantor koperasi yang disebut dalam Buku RM Margono itu kini jadi Kantor ATR/BPN Kab. Malang.

Malang, JatimUPdate.id : Tim Peneliti Sygma Research and Consulting (SRC) masih konsisten bergerak dalam melakukan riset lapangan guna penelusuran jejak-jejak sejarah terkait peninggalan dan karya intelektual dari RM Margono Djojohadikusumo di seputar wilayah Provinsi Jawa Timur.

Lembaga riset yang digawangi para peneliti muda itu setelah menuntaskan Naskah Akademik terkait pengusulan RM Margono Djojohadikusumo untuk meraih gelar Pahlawan Nasional ternyata tidak berhenti, penelitian lapangan terus dilakukan terkait jejak sejarah koperasi-koperasi era Hindia Belanda yang itu termuat dalam buku 10 Tahun Koperasi 1930-1940 karya RM Margono yang dicetak Balai Pustaka pada 1941.

Baca juga: Mendes Dorong Pertumbuhan Kopdes, Minimarket Diminta Stop Ekspansi

CEO Sygma Research and Consulting, Ken Bimo Sultoni menyatakan lembaganya telah menemukan sejumlah situs-situs koperasi era Hindia Belanda di beberapa lokasi di Jatim yang dibantu oleh Tim Pendamping Profesional (TPP) atau pendamping desa di sejumlah kabupaten.

"Alhamdulillah, setelah sebelumnya berhasil di Kabupaten Lumajang dengan Koperasi Lumbung Rukun Tani di Desa Rowokangkung, kini tim SRC dibantu TPP Kabupaten Malang berhasil menemukan situs bekas kantor koperasi Tumapel yang diketahui berdiri 1932. Saat ini gedung itu digunakan sebagai kantor ATR/BPN Kab. Malang," kata Ken Bimo kepada redaksi JatimUPdate.id pada Kamis pagi (19/06/2025).

Seperti diketahui  data yang dihimpun Redaksi JatimUPdate.id menyebutkan Koperasi Tumapel dalam buku 10 Tahun Koperasi tulisan RM Margono itu diketahui telah berdiri pada tahun 1932 dan terus berkembang bahkan telah menjadi koperasi sekunder dengan 53 koperasi primer. Bidang usaha koperasi adalah koperasi simpan pinjam. Koperasi Tumapel dalam buku terbitan Balai Pustaka 1941 dengan disalin oleh Sastrawan Balai Pustaka era itu H. B. Yasin sangat banyak foto-foto aktivitasnya yang sekaligus mempertegas keberadaan RM Margono yang pada masa itu pernah bermukim di Kota Malang.

Secara khusus Ken Bimo memberikan apresiasi terhadap para pihak yang telah membantu kerja-kerja intelektual dari SRC termasuk riset lapangan dalam menelusuri koperasi-koperasi era Hindia Belanda tersebut.

"Para Pendamping Desa sangat bersemangat, apalagi saat ini Pemerintah lagi getol mendorong program pendirian Kopdes MP [koperasi desa merah putih] sehingga semangat era old saat RM Margono berkeliling membersamai koperasi-koperasi era itu seperti De Javu, semangatnya menular ke para TPP, alhamdulillah diantara peneliti SRC memang juga ada Mas Yuris [Yuristiarso Hidayat] yang juga TA PM [Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat] Kab. Gresik yang getol sosialisasi Kopdes MP sekaligus melajak jejak Koperasi era Eyang RM Margono itu," kata Ken Bimo yang juga Dosen Ilmu Politik Fisip Universitas Negeri Surabaya itu.

Ken Bimo melanjutkan untuk situs jejak koperasi Tumapel di Kab. Malang meskipun dicocokkan sekilas sudah cocok tetap akan didalami lagi kebenarannya dengan para pihak terkait guna verifikasi otentiknya.

Baca juga: Pemerintah Pastikan Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Tak Ganggu Pembangunan Desa

"Kalau di Desa Rowokangkung Lumajang, situs asli nya masih perlu pendalaman lokasi, namun desa nya sudah cocok, untuk Koperasi Tumapel sepertinya tinggal upaya Verfak oleh pihak berkompeten," ungkap Ken Bimo yang saat ini tengah menempuh pendidikan S3 di Universitas Diponegoro itu.

Untuk situs koperasi di Malang, kata Ken Bimo, prosesnya unik dan memakan waktu lama.

"Setidaknya butuh waktu 4 bulan untuk mencari, namun pekan lalu Mas Yuris ketemu sahabatnya Mas Dodik-Klakah dan Mas Joko Pinuntun di Junrejo Batu, saat gambar buku lama RM Margono diperlihatkan keduanya menunjukkan kantor ATR/BPN itu sebagai lokasi koperasi Tumapel. Dan sepintas dilihat dari luar dan dihampiri tampak mirip," kata Ken Bimo.

Bahkan, sudah ada komunikasi dengan pegawai BPN terkait soal riwayat gedung tersebut.

Baca juga: Desa Kesulitan Lahan untuk KDMP, Pemerintah Siapkan Regulasi

"Mas Yuris sudah mengecek dan berkomunikasi dengan salah satu pegawai BPN yaitu Mas Rofik dan secara sekilas membenarkan kesamaan gambar buku 10 tahun koperasi dengan gedung kantornya," ujar Ken Bimo.

Ken Bimo menerangkan selain Lumajang dan Malang, SRC juga tengah melakukan riset di Jember, Bondowoso dan Surabaya.

"Jember dan Bondowoso sama dengan Lumajang terkait koperasi lumbung dengan nama Sinar Tani, kini sedang diriset Tim SRC. Di Surabaya, namanya Koperasi Kahuripan juga sedang dicari lokasi pastinya," tegas Ken Bimo. (dek/mmt)

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru