Merdeka Itu Hidup Tanpa Topeng

jatimupdate.id
Merdeka Itu Hidup Tanpa Topeng

CATATAN MAS AAS


DUA hari lagi hari yang dinanti tiba. Hari Kemerdekaan RI yang ke 77 tanggal 17/08/22. Siapa yang menantikan? Tentu saja segenap warga bangsa ini, utamanya saja penulis. Mergo ono lomba pitulasan tentu meriah dan jadi hiburan healing murah meriah yang menyehatkan pikiran, tubuh, juga jiwa ini!

Baca juga: Jawa Timur Deklarasikan Gerakan Bersih Narkoba, Mendes PDT Ajak Awasi Desa Dari Peredaran Narkoba

Bagaimanapun saja kemerdekaan sebuah negara adalah koentji untuk membangun, mengisi, juga mensejahterakan setiap anak bangsa yang lahir hidup juga mati di negeri ini. Dalam pimpinan seorang pemimpin yang merupakan anak kandung yang lahir dari rahim bumi pertiwi ini sendiri!

Tujuan lahirnya sebuah bangsa adalah mewujudkan masyarakat, yang mandiri juga berdikari berdiri dan berpijak dengan kokoh di atas kaki sendiri. Mandiri makan sehari-hari bisa jadi sudah tercapai dinikmati oleh sebagian besar anak bangsa di negeri ini. Bukan sekadar just kidding tapi saya mengakui dan merasakannya sendiri, pastilah Anda juga tentunya, dengan segala macam profesi sebagai alat dan cara untuk meraih itu rejeki. Nah, perihal berdikari? Membangun etos juga karakter yang seturut potensi dan kekayaan alam yang kita miliki sendiri. Saya kira ini masih perlu ditingkatkan lagi daya nya. Agar bangsa yang besar ini memanglah sebesar dan seagung sejarahnya. Bukan sekadar reuni, refleksi, apalagi bernostalgia, dalam ruang mimpi indah masa lalu semata. Tetapi sesuatu yang nyata bahwa negeri ini bermartabat juga berdaulat, mampu berkreasi sendiri, sejak sekarang dan selama-lamanya!

Tugas besar ini tidak cukup dibebankan semata kepada aparatur pemimpin baik di level pucuk pimpinan negeri, pun yang paling bawah adalah pemimpin RT. Jelaslah beban mewujudkannya ada ditangan semua anak bangsa. Saya dan juga Anda semuanya tanpa terkecuali.

Segala macam topeng juga predikat yang saya juga Anda miliki. Taruh semuanya itu di ruang-ruang private saja. Kemauan dan kesadaran untuk manjing ajur ajer melebur dengan keanekaragaman: latar, etnis, agama, budaya, ekonomi, pendidikan. Layak segera kita upayakan secara mandiri juga dibalut jiwa berdikari untuk menenun rasa, juga perasaan, yang sama sebagai warga dan anak kandung dari republik ini. Di titik itulah bisa jadi, dengan sependek pengetahuan juga informasi, penulis berpijak dan berkeyakinan pada aras itu!

Baca juga: Menjahit Teori dan Realitas: Sebuah Refleksi Pendidikan Kewirausahaan

Anugerah negeri zamrud khatulistiwa yang membentang dari Pulau Sabang hingga Merauke dan juga dari Pulau Miangas hingga Pulau Rote. Harus kita rawat, bela, dan rajut terus menjadi rumah bersama yang selalu kita cintai, sepenuh hati. Itu tugas suci kita semua sebagai anak bangsa, tak mungkin kita delegasikan ke orang lain, warga lain, dari negeri lain. Nasib bangsa ini ditangan kita sendiri, bukan ditangan bangsa lain!

Saya kira kekayaan terbesar yang dimiliki bangsa dan negeri ini adalah: Pancasila dan Kebhinekaan yang dimilikinya. Ini tentu saja harus kita rawat terus menerus tak perlu menunggu jeda satu tahun, saat memperingati hari Kemerdekaan RI.

Tentu soal cara mengisi untuk membangun negeri yang sama-sama kita cintai dengan sepenuh hati ini. Banyak ide, juga gagasan yang dimiliki oleh setiap orang di negeri ini. Tapi menurut penulis, selain kelahiran diri kita di dunia ini adalah mengemban misi agung, dari Tuhan. Agar kita sebagai manusia bisa menjadi diri kita sendiri yang otentik seturut DNA yang genuin dan original. Tempat dan alat mewujudkan misi agung itu adalah di Negeri Indonesia ini.

Baca juga: Zulhas Jadi Keynote Speaker, LHKP PWM Jatim Tegaskan Politik Kebangsaan sebagai Kontrol Demokrasi

Di negeri 'rayuan pulau kelapa' ini. Kita semuanya ini lahir, hidup, juga nantinya akan pulang, kembali ke Sang Ilahi Robbi. Tentu kita layak untuk pulang dengan bahagia, karena sudah sukses bertugas jalankan misi: mewujudkan bumi indonesia yang baldatun thayibattun wa rabbun ghafur. Dalam diksi jawa adalah mewujudkan negeri yang gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo. Seturut dan selaras potensi, passion, dan profesi kita masing-masing!

Jelas ini bukan tugas struktural struktur kekuasaan yang ada di negeri ini semata. Jelas ini tugas defacto masyarakat di negeri tercinta ini. Salah satunya bisa dimulai dari membuka topeng dan segala predikat diri kita masing-masing. Baik topeng nama, status, profesi, agama, organisasi, partai, dan lain sebagainya.

Siapa tahu saja. Hari kemerdekaan RI yang ke 77. Benar-benar jadi momentum perubahan mindset bagi setiap manusia yang hidup di negeri ini. Mari kita Openi lan rumat rumah besar kita bersama ini mas Bro! MERDEKA

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru